Sukses

7 Momen Berkesan di Piala Eropa 2016: Hujan Es Hingga Rambut Aneh

Liputan6.com, Paris - Piala Eropa 2016 berakhir dengan banyak kejutan. Tim yang tidak diunggulkan, Portugal keluar sebagai juara setelah mengalahkan tuan rumah Prancis dengan skor 1-0 di Stade de France, Saint-Denis, Senin (11/7/2016) dinihari WIB.

Gol tunggal kemenangan tim besutan Fernando Santos itu diciptakan oleh pemain pengganti, Eder pada menit ke-109. Ini merupakan gelar pertama Portugal di ajang internasional.

Selain itu, kejutan juga ditunjukkan oleh Islandia. Salah satu negara terkecil di benua Eropa itu bisa melangkah hingga babak delapan besar. Mereka juga menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 di babak 16 besar.

Tidak hanya itu, masih ada banyak kejadian yang sulit dilupakan dari gelaran Piala Eropa 2016. Apa saja itu? Simak di halaman selanjutnya.

1 dari 7 halaman

Rambut Terburuk

1. Potongan Rambut Terburuk

Di partai final Piala Eropa 2016, winger Portugal, Quaresma mencukur rambutnya dengan bentuk menyerupai daun. Namun rambut terburuk bukan menjadi milik Quaresma, melainkan gelandang Kroasia, Ivan Perisic.

Perisic mengecat rambutnya dengan motif papan catur dengan warna putih dan merah ketika melawan Portugal di babak 16 besar. Dia melakukan hal tersebut sebagai motivasi agar negaranya bisa mengalahkan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.

Sayangnya, harapan Perisic kandas setelah Quaresma mencetak gol di menit-menit akhir babak tambahan. Portugal melangkah ke babak delapan besar berkat kemenangan tipis 1-0.

2 dari 7 halaman

Serangan Ngengat

2. Serangan Ngengat

Ngengat menganggu pertandingan final Piala Eropa 2016 yang mempertemukan Portugal melawan Prancis di Stade de France. Petugas di Stade de France sebenarnya sudah mencoba untuk membersihkannya. Namun, ribuan serangga itu terus berdatangan.

Bahkan, ketika pemain Portugal, Cristiano Ronaldo meringis kesakitan akibat diganjal Dimitri Payet, wajahnya pun sempat dihinggapi ngengat.

3 dari 7 halaman

Orang Terjorok

3. Orang Terjorok di Piala Eropa 2016

Pelatih Jerman, Joachim Low dinobatkan sebagai orang paling jorok di Piala Eropa 2016. Dia tertangkap kamera sedang meraba kemaluannya di bangku cadangan pemain. Setelah memegangi selangkangannya, Low coba mencium aromanya.

Selain itu, Low juga tertangkap kamera sedang menggaruk ketiaknya saat memimpin latihan Timnas Jerman. Setelah puas menggaruk, dia mengarahkan tangannya ke dekat hidung untuk merasakan aromanya.

4 dari 7 halaman

Fans Terbaik

4. Fans Terbaik

Sulit menentukan fans terbaik dari 24 negara peserta di Piala Eropa 2016. Namun yang pasti bukanlah suporter Rusia dan Inggris yang sering terlibat bentrokan.

Fans Republik Irlandia mungkin bisa dinobatkan sebagai pemain ke-12 paling sportif. Tidak hanya tertib saat berada di tribun penonton, fans Republik Irlandia juga tidak pernah terlibat bentrokan dengan suporter lain.

5 dari 7 halaman

Selebrasi Terbaik

5. Selebrasi Terbaik

Top skorer Piala Eropa 2016, Antoine Griezmann punya selebrasi unik untuk merayakan gol yag diciptakannya. Striker Timnas Prancis itu megacungkan jempol dan kelingkingnya sambil mengoyang-goyangkan leher.

Sepintas selebrasi tersebut mirip Ronaldinho ketika mencetak gol. Senior Griezmann, Thierry Henry, juga sempat melalukan perayaan serupa. King Henry menamai selebrasi itu Whazzup. Gaya seperti orang sedang menelepon ini sempat populer ketika Henry masih memperkuat Arsenal.

Namun faktanya, Griezmann meniru gerakan penyanyi rap, Drake dalam video klip berjudul "Hotline Bling"; bukan meniru selebrasi dua pemain tersebut. Menurut sang pemain, dia pernah memperagakan tarian tersebut ketika memperkuat Atletico Madrid.

6 dari 7 halaman

Cuaca Aneh

6. Cuaca Teraneh

Pertadingan Ukraina melawan Irlandia Utara di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, 16 Juni lalu pada babak penyisihan Grup C sempat terhenti akibat cuaca yang aneh. Laga itu sempat terhenti karena hujan es.

7. Kesalahan Terburuk Kiper

Kiper Inggris, Joe Hart melakukan kesalahan terburuk sepanjang Piala Eropa 2016. Ini terjadi saat The Three Lions --sebutan Inggris-- melawan Islandia di Stade de Nice, Nice pada babak 16 besar.

Ketika itu, pemain Islandia, Kolbeinn Sigthorsson melepaskan sepakan dari luar kotak penalti Inggris. Bola sebenarnya mengarah tepat ke Joe Hart. Namun, dia gagal menangkapnya dengan sempurna sehingga bola terus bergulir ke gawang Inggris.

Kesalahan fatal tersebut membuat Inggris tersingkir dari Piala Eropa 2016. Itu juga membuat pelatih Inggris, Roy Hodgson mundur dari jabatannya.

Artikel Selanjutnya
Swedia Tekuk Portugal, Momen Spesial Ronaldo Terasa Hambar
Artikel Selanjutnya
Maradona Coba Ulangi 'Gol Tangan Tuhan' di Korsel, Hasilnya?