McCarthy Serang Balik Wenger
Wolverhampton Wanderers Dimas Ramadani19/12/2009 14:13 | Liga Premier
Manajer Wolverhampton Wanderers, Mick McCarthy ketika menyaksikan anak didiknya berlaga menghadapi Sunderland dalam lanjutan Liga Premier di Stadium of Light, 27 September 2009. AFP PHOTO/GRAHAM STUART
Mick McCarthy (© AFP 2009)
Liputan6.com, Wolverhampton: Manajer Wolverhampton Wanderers, Mick McCarthy menertawakan klaim Arsene Wenger yang menyebutnya telah menghancurkan kredibilitas Liga Premier. Bos Arsenal itu mengecam tindakan McCarthy yang menurunkan tim lapis kedua saat dikalahkan Manchester United 0-3, Rabu (16/12).
McCarthy merespon kritik Wenger dengan mengatakan bahwa dirinya lebih punya integritas ketimbang mereka yang mengkritiknya (Baca: Wenger Ikut Hujat Wolves). McCarthy tidak menyebutkan nama memang, tapi sasarannya jelas Wenger.
“Siapapun dia saya tidak terganggu,” ucapnya. “Saya berjuang selama semusim penuh dan tanpa komplain atau tidak terlibat pembicaraan seperti ini. Saya mendapat banyak dukungan, bukan saja atas keputusanku tapi juga terhadap komentar pedas yang menggelikan dan konyol.”
Keputusan McCarthy bisa dimengerti koleganya seperti Sir Alex Ferguson (MU), Carlo Ancelotti (Chelsea) dan Tony Pulis (Stoke City). Keputusan di Old Trafford itu diangap realistis dengan jadwal yang begitu padat, dalam sepekan bertanding tiga kali. McCarthy lebih berkonsentrasi menurunkan kekuatan terbaiknya untuk menjamu Burnley di Molineux Stadium, Minggu (20/12), yang lebih berpeluang dimenangkan.
Satu orang yang dianggap McCarthy pantas mengeluh yakni Owen Coyle, manajer Burnley. Namun, “Ia melihat keputusan tersebut memang pantas, yang lainnya tidak,” sambungnya. Namun McCarthy juga sepantasnya memberi pembuktian terhadap fans Wolves yang mendukung tim di Old Trafford, setelah merogoh kocek 42 pound (sekitar Rp 650 ribu) untuk membeli tiket.
“Itulah satu-satunya kekhawatiranku. Saya berharap mereka bisa mengerti bahwa apa yang saya ambil atas dasar kepentingan terbaik buat tim,” ujar McCarthy sebagaimana dikutip The Times. Atas keputusan kontroversial yang membuat Premier League meminta penjelasan, fans Wolves jadi ragu untuk menyaksikan tim kesayangannya dalam partai tandang ke Anfield, markas Liverpool pada laga Boxing Day atau 48 jam sebelum menjamu Manchester City.
Cara McCarthy membuktikan keputusannya tepat tentu saja dengan mendulang poin penuh dari Burnley yang merupakan salah satu pesaing di papan bawah. Wolves saat ini berkutat di zona degradasi dengan poin 16, jumlah yang sama seperti koleksi Bolton Wanderers di peringkat 17 alias zona aman.(DIM)
McCarthy merespon kritik Wenger dengan mengatakan bahwa dirinya lebih punya integritas ketimbang mereka yang mengkritiknya (Baca: Wenger Ikut Hujat Wolves). McCarthy tidak menyebutkan nama memang, tapi sasarannya jelas Wenger.
“Siapapun dia saya tidak terganggu,” ucapnya. “Saya berjuang selama semusim penuh dan tanpa komplain atau tidak terlibat pembicaraan seperti ini. Saya mendapat banyak dukungan, bukan saja atas keputusanku tapi juga terhadap komentar pedas yang menggelikan dan konyol.”
Keputusan McCarthy bisa dimengerti koleganya seperti Sir Alex Ferguson (MU), Carlo Ancelotti (Chelsea) dan Tony Pulis (Stoke City). Keputusan di Old Trafford itu diangap realistis dengan jadwal yang begitu padat, dalam sepekan bertanding tiga kali. McCarthy lebih berkonsentrasi menurunkan kekuatan terbaiknya untuk menjamu Burnley di Molineux Stadium, Minggu (20/12), yang lebih berpeluang dimenangkan.
Satu orang yang dianggap McCarthy pantas mengeluh yakni Owen Coyle, manajer Burnley. Namun, “Ia melihat keputusan tersebut memang pantas, yang lainnya tidak,” sambungnya. Namun McCarthy juga sepantasnya memberi pembuktian terhadap fans Wolves yang mendukung tim di Old Trafford, setelah merogoh kocek 42 pound (sekitar Rp 650 ribu) untuk membeli tiket.
“Itulah satu-satunya kekhawatiranku. Saya berharap mereka bisa mengerti bahwa apa yang saya ambil atas dasar kepentingan terbaik buat tim,” ujar McCarthy sebagaimana dikutip The Times. Atas keputusan kontroversial yang membuat Premier League meminta penjelasan, fans Wolves jadi ragu untuk menyaksikan tim kesayangannya dalam partai tandang ke Anfield, markas Liverpool pada laga Boxing Day atau 48 jam sebelum menjamu Manchester City.
Cara McCarthy membuktikan keputusannya tepat tentu saja dengan mendulang poin penuh dari Burnley yang merupakan salah satu pesaing di papan bawah. Wolves saat ini berkutat di zona degradasi dengan poin 16, jumlah yang sama seperti koleksi Bolton Wanderers di peringkat 17 alias zona aman.(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
