Natal Kelabu bagi Deschamps
Olympique Marseille ME Gunawan25/12/2009 09:55 | Olympique Marseille
Raut kekecewaan tampak pada wajah pelatih Marseille, Didier Dechamps seusai laga lanjutan Ligue 1 melawan Auxerre, di Velodrome Stadium, 23 Desember 2009. Marseille kalah 0-2. AFP PHOTO / MICHEL GANGNE
Didier Deschamps (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Marseille: Pelatih Olympique Marseille, Didier Deschamps menerima kado Natal dan Tahun Baru yang pahit. Dalam lanjutan Ligue 1 yang merupakan partai pamungkas di 2009, bertanding di kandang sendiri, Stadion Velodrome, Rabu (23/12), Les Phoceens, julukan Marseille, harus mengakui keunggulan tamunya AJ Auxerre dua gol tanpa balas.
Kekalahan tersebut merupakan hasil buruk kali keempat bagi skuad Deschamps dari 18 laga yang telah dilalui. Alhasil, jarak antara Marseille dengan pimpinan klasemen sementara, Girondins Bordeaux yang telah menyelesaikan 19 pertandingan kian menjauh. Selisih kedua tim terpaut 11 angka. Kondisi yang kian menipiskan peluang Marseille meraih gelar Ligue 1.
Deschamps mengutuk keras tampilan Hatem Ben Arfa dkk. Karenanya, Deschamps mengakui anak-anak asuhannya pantas keluar dari lapangan dengan tangan kosong. “Tidak ada perlawanan sama sekali. Liburan yang buruk. Hasil yang benar-benar sulit untuk diterima. Saya pikir kami harus mampu menjawab loyalitas para fans yang sengaja datang ke stadion,” tutur Deschamps seperti yang dikutip Daily Mirror.
Deschamp mengaku jika kekalahan adalah bagian dari pertandingan. “Anda dapat menerima kekalahan. Bisa saja hal itu disebabkan faktor ketidakberuntungan yang Anda miliki. Tapi, kali ini, kami kehilangan segalanya untuk meraih hasil positif,” tegas Deschamps.(MEG)
Kekalahan tersebut merupakan hasil buruk kali keempat bagi skuad Deschamps dari 18 laga yang telah dilalui. Alhasil, jarak antara Marseille dengan pimpinan klasemen sementara, Girondins Bordeaux yang telah menyelesaikan 19 pertandingan kian menjauh. Selisih kedua tim terpaut 11 angka. Kondisi yang kian menipiskan peluang Marseille meraih gelar Ligue 1.
Deschamps mengutuk keras tampilan Hatem Ben Arfa dkk. Karenanya, Deschamps mengakui anak-anak asuhannya pantas keluar dari lapangan dengan tangan kosong. “Tidak ada perlawanan sama sekali. Liburan yang buruk. Hasil yang benar-benar sulit untuk diterima. Saya pikir kami harus mampu menjawab loyalitas para fans yang sengaja datang ke stadion,” tutur Deschamps seperti yang dikutip Daily Mirror.
Deschamp mengaku jika kekalahan adalah bagian dari pertandingan. “Anda dapat menerima kekalahan. Bisa saja hal itu disebabkan faktor ketidakberuntungan yang Anda miliki. Tapi, kali ini, kami kehilangan segalanya untuk meraih hasil positif,” tegas Deschamps.(MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
