Veron: Argentina Bukan Favorit!
Timnas Argentina ME Gunawan25/12/2009 17:00 | Jelang PD 2010
Juan Sebastian Veron (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Buenos Aires: Di setiap pergelaran putaran final Piala Dunia (PD), adalah hal yang lumrah jika publik menempatkan Argentina sebagai salah satu tim yang difavoritkan untuk meraih gelar juara. Pun demikian dengan PD 2010 yang akan berlangsung di Afrika Selatan (Afsel) Juni-Juli mendatang.
Buktinya, berdasarkan ranking FIFA per bulan Oktober 2009, Tim Tango menjadi salah satu dari delapan negara yang didaulat sebagai tim-tim unggulan (pot satu) dalam drawing yang digelar di Cape Town, 4 Desember lalu. Tujuh negara lainnya adalah Afsel sebagai tuan rumah (host), Brasil, Spanyol, Belanda, Italia, Jerman, dan Inggris.
Namun, berbeda dengan pandangan publik, di mata Juan Sebastian Veron, Argentina tidak pantas dianggap sebagai kandidat juara. :Di antara sejumlah kandidat juara, tim kami tidak termasuk di dalamnya,” tegas Veron kepada Radio La Red seperti yang dikutip Goal. Alasannya?
Menurut gelandang veteran dan kapten Estudiantes de La Plata, juara Libertadores 2009, berusia 34 tahun itu, tim asuhan Diego Armando Maradona itu masih membutuhkan tambahan pemain untuk melengkapi skuad yang telah ada. “Kami membutuhkan skuad yang komplet, lalu bekerja bersama-sama selama 30 hari guna menambah ketajaman tim.”
Yang pasti, di mata mantan gelandang Manchester United itu, performa Albiceleste belakangan jauh dari kata memuaskan. Hal itu menurut Veron disebabkan sejumlah faktor, di antaranya kiprah Maradona dan kinerja para pemain itu sendiri. Setelah sempat nyaris tersingkir, Maradona memanggil sejumlah pemain veteran, di antaranya Martin Palermo. Argentina pun lolos dengan pas-pasan.
Menurut Veron, sejumlah pemain yang dipanggil Maradona justru menimbulkan kekisruhan di kamp latihan. “Berbeda ketika tim ditangani (Marcelo) Bielsa dan (Daniel) Passarella. Memang, ketika diasuh Passarella, terjadi kekisruhan seperti itu. Namun, para pemain mampu menyikapinya dengan baik ketika tampil di lapangan,” tutur Veron.
Sementara, “Saat ini, apa yang ditunjukkan tim tidak bisa dibilang memuaskan. Itulah yang memicu keraguan. Pelatih (Maradona) telah berusaha mencari jawaban di balik merosotnya penampilan tim. Mungkin, kami yang tak mampu memenuhi ekspektasi dan keinginan pelatih. Lagipula, tim ini sangat labil!” tandas Veron.
Faktor lainnya, di mata Veron, sampai saat ini belum ada kejelasan tentang skuad yang akan dibawa Maradona ke Afsel. “Seiring dengan berjalannya waktu, belum ada penyelesaian tentang siapa saja yang bakal masuk timnas. Isyarat dan pesan yang disampaikan staf kepelatihan tim pun tidak jelas. Kondisi yang tidak bagus. Beberapa pemain merasakan posisinya di timnas tidak aman,” pungkas Veron.(MEG)
Buktinya, berdasarkan ranking FIFA per bulan Oktober 2009, Tim Tango menjadi salah satu dari delapan negara yang didaulat sebagai tim-tim unggulan (pot satu) dalam drawing yang digelar di Cape Town, 4 Desember lalu. Tujuh negara lainnya adalah Afsel sebagai tuan rumah (host), Brasil, Spanyol, Belanda, Italia, Jerman, dan Inggris.
Namun, berbeda dengan pandangan publik, di mata Juan Sebastian Veron, Argentina tidak pantas dianggap sebagai kandidat juara. :Di antara sejumlah kandidat juara, tim kami tidak termasuk di dalamnya,” tegas Veron kepada Radio La Red seperti yang dikutip Goal. Alasannya?
Menurut gelandang veteran dan kapten Estudiantes de La Plata, juara Libertadores 2009, berusia 34 tahun itu, tim asuhan Diego Armando Maradona itu masih membutuhkan tambahan pemain untuk melengkapi skuad yang telah ada. “Kami membutuhkan skuad yang komplet, lalu bekerja bersama-sama selama 30 hari guna menambah ketajaman tim.”
Yang pasti, di mata mantan gelandang Manchester United itu, performa Albiceleste belakangan jauh dari kata memuaskan. Hal itu menurut Veron disebabkan sejumlah faktor, di antaranya kiprah Maradona dan kinerja para pemain itu sendiri. Setelah sempat nyaris tersingkir, Maradona memanggil sejumlah pemain veteran, di antaranya Martin Palermo. Argentina pun lolos dengan pas-pasan.
Menurut Veron, sejumlah pemain yang dipanggil Maradona justru menimbulkan kekisruhan di kamp latihan. “Berbeda ketika tim ditangani (Marcelo) Bielsa dan (Daniel) Passarella. Memang, ketika diasuh Passarella, terjadi kekisruhan seperti itu. Namun, para pemain mampu menyikapinya dengan baik ketika tampil di lapangan,” tutur Veron.
Sementara, “Saat ini, apa yang ditunjukkan tim tidak bisa dibilang memuaskan. Itulah yang memicu keraguan. Pelatih (Maradona) telah berusaha mencari jawaban di balik merosotnya penampilan tim. Mungkin, kami yang tak mampu memenuhi ekspektasi dan keinginan pelatih. Lagipula, tim ini sangat labil!” tandas Veron.
Faktor lainnya, di mata Veron, sampai saat ini belum ada kejelasan tentang skuad yang akan dibawa Maradona ke Afsel. “Seiring dengan berjalannya waktu, belum ada penyelesaian tentang siapa saja yang bakal masuk timnas. Isyarat dan pesan yang disampaikan staf kepelatihan tim pun tidak jelas. Kondisi yang tidak bagus. Beberapa pemain merasakan posisinya di timnas tidak aman,” pungkas Veron.(MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
