Capello Siapkan Penendang Penalti
Timnas Inggris Dimas Ramadani26/12/2009 01:54 | Timnas Inggris
Ekspresi pelatih Inggris, Fabio Capello mengamati sesi latihan anak-anak asuhannya di London Colney, jelang laga kualifikasi PD 2010 melawan Ukraina, 31 Maret 2009. AFP PHOTO/Glyn Kirk
Fabio Capello (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Manajer Timnas Inggris, Fabio Capello menyiapkan segala kemungkinan yang akan dihadapi The Three Lions pada perhelatan Piala Dunia Juni-Juli mendatang. Termasuk jika Inggris berada dalam situasi adu penalti. Capello mengaku sudah mengantongi lima nama yang sekiranya paling siap menjadi algojo.
Sejarah kegagalan Inggris di putaran final kejuaran sepakbola terakbar sejagat itu kerap ditentukan melalui drama tos-tosan. Dari adu penalti itu Inggris terlempar dari ajang 1990, 1998 dan 2006. Jejak rekam ini sudah terbaca dan coba disiasati Capello meski hasilnya akan sulit dihitung secara matematis.
“Adu Penalti seperti judi,” kata Capello kepada ESPN. “Beberapa pemain berkualitas menolak menjadi eksekutor lantaran takut gagal. Jadi tidak heran jika Anda meminta namun pemain penting itu berkata ‘tidak!’. Karena itu, meski Piala Dunia masih enam bulan lagi, sudah sewajarnya kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin.”
Capello mengaku lebih memilih pemain yang memang menginginkan sebagai penendang. Karena itu saya selalu mempertajam mental dan pikiran mereka. Saya sudah mengetahui pemain-pemain mana saja yang cakap sebagai eksekutor. Capello juga memahami tekanan yang berbeda antara ketika berlatih dan di saat pertandingan, terlebih partai menentukan.
“Selama latihan gawang terlihat lapang dan kiper begitu kecil. Tapi sebaliknya ketika penendang berada dalam situasi pertandingan sesungguhnya,” imbuhnya. Sulit mencetak gol ketika tekanan yang datang sangat besar.” Gelandang Chelsea, Frank Lampard dan skipper Liverpool, Steven Gerrard merupakan dua di antara lima penendang penalti utama Capello.(DIM)
Sejarah kegagalan Inggris di putaran final kejuaran sepakbola terakbar sejagat itu kerap ditentukan melalui drama tos-tosan. Dari adu penalti itu Inggris terlempar dari ajang 1990, 1998 dan 2006. Jejak rekam ini sudah terbaca dan coba disiasati Capello meski hasilnya akan sulit dihitung secara matematis.
“Adu Penalti seperti judi,” kata Capello kepada ESPN. “Beberapa pemain berkualitas menolak menjadi eksekutor lantaran takut gagal. Jadi tidak heran jika Anda meminta namun pemain penting itu berkata ‘tidak!’. Karena itu, meski Piala Dunia masih enam bulan lagi, sudah sewajarnya kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin.”
Capello mengaku lebih memilih pemain yang memang menginginkan sebagai penendang. Karena itu saya selalu mempertajam mental dan pikiran mereka. Saya sudah mengetahui pemain-pemain mana saja yang cakap sebagai eksekutor. Capello juga memahami tekanan yang berbeda antara ketika berlatih dan di saat pertandingan, terlebih partai menentukan.
“Selama latihan gawang terlihat lapang dan kiper begitu kecil. Tapi sebaliknya ketika penendang berada dalam situasi pertandingan sesungguhnya,” imbuhnya. Sulit mencetak gol ketika tekanan yang datang sangat besar.” Gelandang Chelsea, Frank Lampard dan skipper Liverpool, Steven Gerrard merupakan dua di antara lima penendang penalti utama Capello.(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
