Karir Sanchez di Ujung Tanduk
Sevilla ME Gunawan06/01/2010 00:50 | Sevilla
Bek Sevilla, Sergio Sanchez (kiri) meminta penjelasan dari wasit Carlos Delgado (kanan) di laga La Liga melawan Villarreal yang berlangsung di Sanchez Pizjuan, 8 Novenber 2009. AFP PHOTO/CRISTINA QUICLER
Sergio Sanchez (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Barcelona: Tahun baru yang sangat menyedihkan bagi Sergio Sanchez. Tepat pada pergantian tahun, Sevilla dengan resmi melansir pernyataan yang isinya mengatakan jika Sanchez, bek muda yang baru berusia 23 tahun ini, harus menghentikan aktivitasnya di lapangan hijau. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis menunjukkan jika Sanchez mengidap penyakit jantung.
Pada Rabu (30/12) lalu, Sanchez mengeluhkan rasa sakit di dadanya. Sevilla pun bergegas mengantarkan Sanchez untuk menjalani perawatan seorang spesialis jantung di Barcelona. Dua hari kemudian, Sanchez divonis mengidap penyakit jantung yang membuatnya harus menghentikan segala aktivitasnya untuk sementara waktu.
Kepada TV3, Sanchez mengaku sangat kecewa dan terpukul mendengar hasil pemeriksaan tersebut. Meski demikian, Sanchez bertekad tetap berpikir positif menjelang digelarnya pemeriksaan lanjutan dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan apakah penyakit jantung yang diidapnya itu benar-benar membuatnya harus gantung sepatu.
Seperti yang dilansir Goal, Sanchez mengunjungi rekan-rekan setimnya yang berada di salah satu hotel di Kota Barcelona pada Selasa (5/1) menjelang digelarnya leg pertama babak 16 besar Copa del Rey antara Barcelona versus Sevilla di Nou Camp malam ini. Andaikata mantan bek Espanyol yang diboyong ke Ramon Sanchez Pizjuan pada Juli lalu dengan fee 4 juta euro itu divonis gantung sepatu, maka Sevilla akan mencari defender baru di bursa Januari.
Sejauh ini, kasus Sanchez merupakan kali kedua yang dialami pemain Los Palanganas. Pada 28 Agustus 2007, gelandang Sevilla, Antonio Puerta, 22 tahun, meninggal dunia tiga hari setelah ia pingsan di lapangan saat bertanding melawan Getafe. Pada 9 Agustus lalu, Espanyol berduka ditinggalkan kapten barunya, Daniel Jarque, 26 tahun, yang meninggal di kamar hotel tempat menginap klub saat menjalani pemusatan latihan di Coverciano, Florence, Italia.(MEG)
Pada Rabu (30/12) lalu, Sanchez mengeluhkan rasa sakit di dadanya. Sevilla pun bergegas mengantarkan Sanchez untuk menjalani perawatan seorang spesialis jantung di Barcelona. Dua hari kemudian, Sanchez divonis mengidap penyakit jantung yang membuatnya harus menghentikan segala aktivitasnya untuk sementara waktu.
Kepada TV3, Sanchez mengaku sangat kecewa dan terpukul mendengar hasil pemeriksaan tersebut. Meski demikian, Sanchez bertekad tetap berpikir positif menjelang digelarnya pemeriksaan lanjutan dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan apakah penyakit jantung yang diidapnya itu benar-benar membuatnya harus gantung sepatu.
Seperti yang dilansir Goal, Sanchez mengunjungi rekan-rekan setimnya yang berada di salah satu hotel di Kota Barcelona pada Selasa (5/1) menjelang digelarnya leg pertama babak 16 besar Copa del Rey antara Barcelona versus Sevilla di Nou Camp malam ini. Andaikata mantan bek Espanyol yang diboyong ke Ramon Sanchez Pizjuan pada Juli lalu dengan fee 4 juta euro itu divonis gantung sepatu, maka Sevilla akan mencari defender baru di bursa Januari.
Sejauh ini, kasus Sanchez merupakan kali kedua yang dialami pemain Los Palanganas. Pada 28 Agustus 2007, gelandang Sevilla, Antonio Puerta, 22 tahun, meninggal dunia tiga hari setelah ia pingsan di lapangan saat bertanding melawan Getafe. Pada 9 Agustus lalu, Espanyol berduka ditinggalkan kapten barunya, Daniel Jarque, 26 tahun, yang meninggal di kamar hotel tempat menginap klub saat menjalani pemusatan latihan di Coverciano, Florence, Italia.(MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
