Sukses

Penutupan Olimpiade 2016 Bakal Berlangsung Heboh

Liputan6.com, Rio de Janeiro - Acara penutupan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 akan dilakukan pada Minggu (21/8/2016) waktu setempat. Estadio Maracana yang ditunjuk sebagai venue momen tersebut. Panitia penyelenggara menjanjikan penutupan tersebut tak akan kalah heboh dibanding pembukaan.

Tak terasa, sudah 16 hari Olimpiade 2016 bergulir. Hampir semua dari 11.544 atlet yang sudah berjuang untuk mendapatkan medali di sana. Amerika Serikat sudah menobatkan dirinya sebagai juara umum Olimpiade 2016 karena perolehan medalinya akan sulit dikejar negara mana pun.



Artinya, para kontingen dari semua negara peserta akan segera berpisah dengan Rio. Pihak penyelenggara ingin membuat kesan bagus sebelum mereka bertolak dari Rio. Karenanya, mereka akan membuat kehebohan saat upacara penutupan Olimpiade 2016.

Meski tak ada rincian resmi mengenai agenda pada upacara penutupan, diyakini momen tersebut bakal dihiasi dengan pesta ala karnaval. Hal itu diindikasikan dari pernyataan Rosa Magalhaes, kepala tim kreatif upacara penutupan Olimpiade 2016.

"Pilihan kami adalah mengenai seni publik. Itu mengapa kami memilih karnaval. Di mana pun tak ada kota di dunia yang memiliki lagu resmi sendiri. Karnaval harus diperlihatkan dalam penutupan Olimpiade," kata Magalhaes.

Dalam acara penutupan tersebut juga akan ada pemberian penghargaan untuk orang-orang yang memiliki jasa besar pada perkembangan Brasil. Salah satunya adalah arsitek Ruberto Burle Marx. Ia adalah sosok di balik desain-desain hebat gedung dan taman-taman kota di Rio de Janeiro.
1 dari 2 halaman

Kebudayaan Brasil

Aroma kebudayaan Brasil juga bakal jelas terlihat dalam acara tersebut. Presiden Komite Olimpiade Internasional (KOI) Thomas Bach juga akan memberikan pidato. Lalu, ketua pihak penyelenggara Olimpiade 2016, Carlos Arthur Nuzman, akan menyerahkan bendera Olimpiade ke pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020.

Serah terima secara simbolis itu akan dihadiri beberapa tokoh Jepang, salah satunya adalah penyanyi ternama, Ringo Sheena. Begitu pula dengan koreografer Mikoko, mantan atlet renang Jepang, Mikako Kotaki, dan atlet paralimpik menembak, Aku Taguchi.

Video Populer

Foto Populer