Sukses

9 Negara yang Berhasil 'Pecah Telur' di Olimpiade Rio 2016

Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua peserta Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016 berhasil pulang membawa medali. Dari 207 kontestan yang ikut ambil bagian pada pesta olahraga multieven empat tahunan itu, hanya 78 negara yang tercatat di klasemen akhir. Sedangkan sebagian lagi terpaksa pulang dengan tangan hampa.

Amerika Serikat keluar sebagai juara umum pada Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016. Paman Sam tidak terkejar dalam perolehan medali setelah mengemas 46 emas, 37 perak, dan 38 perunggu.

Persaingan sempat berlangsung ketat pada perebutan tempat kedua. Sebab hingga hari terakhir, perolehan emas Inggris Raya dan Tiongkok hanya terpaut satu keping saja. Kedua negara pun berusaha merebut kepingan terakhir dari cabang-cabang olahraga yang tersisa.

Kedua negara gagal merebut emas di hari terakhir. Inggris Raya akhirnya keluar sebagai runner up dengan 27 emas, 23 perak, dan 17 perunggu. Tiongkok menyusul di posisi ketiga dengan 26 emas, 18 perak, dan 26 perunggu. Sementara Indonesia harus puas di posisi 46 dengan 1 medali emas dan dua perak.

Meski demikian, kegembiraan Olimpiade tak hanya milik negara-negara pendulang banyak medali. Keceriaan yang tak kalah hebatnya juga dirasakan oleh negara-negara yang meraih emas Olimpiade pertamanya di Rio. Meski hanya sekeping, momen ini tak kalah indah dibanding gelar juara umum sekalipun.

Setidaknya adalah sembilan negara yang baru 'pecah telur' di Olimpiade Rio 2016. Simak rinciannya di bawah ini:

1 dari 10 halaman

9 Negara Pecah Telur di Olimpiade

Fiji
Negara kecil yang hanya berpenduduk 881 ribu jiwa ini mengakhiri paceklik emasnya di Olimpiade Rio de Janeiro. Nama Fiji terangkat setelah tim rugbi tujuh mereka berhasil merebut medali emas untuk kali pertama. Di babak final, tim Rugbi Fiji mengalahkan Inggris Raya dengan skor telak 43-7.

Meski hanya satu medali, namun tim Rugbi Fiji disambut bak pahlawan di kampung halamannya. Peyambutan besar-besaran digelar saat mereka kembali dari Rio. Perdana Menteri Fiji, Voreqe Bainimarama, bahkan memberi libur sehari serta menggratiskan ongkos bus bagi warganya yang ingin memeriahkan penyambutan tim Rugbi mereka di stadion nasional di pusa kota Suva.

2 dari 10 halaman

Yordania

Yordania
Ahmad Abughaush menjadi pahlawan baru bagi masyarakat Yordania. Mahasiswa jurusan bisnis yang baru berusia 20 tahun itu mempersembahkan emas pertama bagi negaranya di Olimpiade Rio setelah keluar sebagai juara Taekwondo kelas 68 kg.

Keluarga kerjaan tidak melewatkan pertandingan Abughaush. Saat kemenangan tiba, King Abdullah II segera meneleponnya untuk memberi ucapan selamat. Tak hanya itu, sang Raja juga kabarnya langsung mengirimkan pesawat pribadi untuk menjemput Abughaush pulang ke negaranya. Sementara sang permaisuri Rania mengucapkan selamat kepada Abughaush lewat Twitter.

3 dari 10 halaman

Bahrain

Bahrain
Negara Timur Tengah lainnya yang berhasil merebut emas Olimpiade pertama di Rio de Janeiro. Lewat pelari yang baru berusia 19 tahun, Ruth Jebet, Bahrain membuka lembaran baru pada keikutsertaannya di pentas Olimpiade. Jebet berhasil merebut medali emas pada nomor lari 3000 meter.

Keberhasilan ini langsung mendapat perhatian dari petinggi-petinggi Bahrain. Salah satunya, Sheikh Nasser Bin Hamada. Putra raja dan juga kepala Komite Olimpiade Bahrain segera mengucapkan selamat lewat Twitter.

4 dari 10 halaman

Singapura

Singapura
Di Asia Tenggara, Singapura tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun pada level sekelas Olimpiade, Singapura juga baru merasakan satu medali emas selama tampil di Olimpiade. Emas perdana tersebut dipersembahkan Joseph Schooling yang tampil pada nomor 100 m gaya kupu-kupu putra di Olimpiade Rio de Janeiro.

Menariknya, pada putaran final Schooling mengalahkan idolanya, Michael Phelps. Foto masa kecil Schooling bersama Phelps pun langsung jadi viral.

5 dari 10 halaman

Kosovo

Kosovo
Negara yang pernah luluh lantak akibat perang ini, kini bisa tersenyum bahagia. Sebab perjuangan atlet-atletnya yang berlaga di Olimpiade Rio tidak sia-sia.

Majlinda Kelmendi berhasil merebut emas dari cabang judo kelas 52 kg putri. Ini adalah keping emas pertama Kosovo sejak mengikuti ajang multieven empat tahunan itu.

Seperti diketahui, Kosovo baru merdeka pada tahun 2008 dan baru resmi diterima sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada tahun 2014.

Tak salah bila Perdana Menteri Isa Mustafa menyempatkan diri untuk menyambut kepulangan Kelmindi di bandara. Kelmendi selanjutnya diarak menggunakan bus bertingkat agar ribuan fans di jalanan Pristina melihatnya.

6 dari 10 halaman

Vietnam


Vietnam
Sempat pulang dengan tangan hampa dari Olimpiade London 2012, Vietnam akhirnya berhasil 'pecah telur' di Rio de Janeiro. Hoang Xuan Vinh mengukir sejarah bagi negeri Uncle Ho usai merebut emas dari nomor 100 meter air pistol.

Tentara berpangkat kolonel ini mengakhiri paceklik emas Olimpiade Vietnam yang sudah berlangsung 6 dekade. Pria berusia 41 tahun bahkan nyaris merebut dua emas tapi harus puas dengan medali perak pada nomor 50 m air pistol.

Atas keberhasilan ini, Vinh akan menerima bonus sebesar 100 ribu USD dari negaranya. Angka ini 50 kali lebih besar dari rata-rata pendapatan nasional Vietnam yang hanya berkisar 2.100 USD.

7 dari 10 halaman

Tajikistan

Tajikistan
Dilshod Nazarov meraih medali emas dari cabang lontar martil pada Olimpiade Rio 2016. Ini merupakan medali emas pertama Tajikistan sejak merdeka 1991 lalu.

Atas keberhasilan ini, warga Tajikistan kini mengumpulkan tanda tangan untuk mendesak Prsiden Emomali Rahmon memberikan penghargaan tertinggi kepada Nazarov.

Mereka ingin Nazarov diberi titel 'Pahlawan Tajikistan'. Gelar ini hanya diberikan kepada tujuh orang sejak 1997. Dan pengharagaan terakhir diberikan 10 tahun lalu.

8 dari 10 halaman

Puerto Rico

Puerto Rico
Monica Puig memang bukan atlet Puerto Rico pertama yang berhasil meraih medali di pentas Olimpiade. Sebab selama ini, sudah 9 atlet berhasil membawa pulang medali dari kejuaraan bergengsi itu.

Namun Puig boleh berbangga. Sebab dia menjadi orang Puerto Rico pertama yang berhasil membawa kepingan emas dari Olimpiade. Dia berhasil menjuarai tenis putri usai mengalahkan petenis nomor dua dunia, Angelique Kerber dari Jerman pada Olimpiade Rio 2016.

Puig juga mencatatkan rekor sebagai petenis non unggulan pertama yang meraih emas sejak Olimpiade 1988 lalu.

9 dari 10 halaman

Pantai Gading

Pantai Gading
Lompatan besar akhirnya dilakukan negara ini lewat Cheick Sallah Cisse Olimpiade Rio 2016. Melalui pertarungan sengit di cabang taekwondo kelas -80 kg, Cisse berhasil merebut emas Olimpiade pertama. Tendangan terakhir yang dilepaskannya ke arah Lutalo Muhammad dari Inggris Raya berhasil membawanya keluar sebagai pemenang dalam duel ini.

Tanpa Negara
Fehaid al-Deehani merebut medali emas dari cabang menembak nomor double trap. Namun sayang, dia tidak bisa mempersembahkan medali tersebut bagi negaranya, Kuwait. Sebab negara kaya minyak itu tampil sebagai atlet tanpa independen menyusul sanksi pembekuan yang dijatuhkan NOC kepada Kuwait.