Sukses

Tinggalkan Arsenal, Henry Pilih Dampingi Eks Pelatih Everton

Liputan6.com, Jakarta Thierry Henry telah berpisah dengan Arsenal setelah berselisih dengan pelatih Arsene Wenger. Situasi itu harus dijalani Henry setelah Wenger meminta dirinya memilih pekerjaan sebagai pelatih Arsenal U-18 atau komentator.

Desakan itu dilakukan Wenger setelah Henry mengkritik kinerja permainan Arsenal dalam beberapa kesempatan. Hal itu yang tak disukai Wenger hingga dirinya memaksa Henry untuk mengambil sikap.

Sekadar catatan, Henry menjalani profesi sebagai pelatih Arsenal U-18 selama empat hari dalam sepekan dan tak digaji. Berbeda dengan profesinya sebagai komentator yang menghasilkan upah 4 juta pounds atau Rp 68 miliar per tahun.

Realistis, Henry pun lebih memilih untuk meninggalkan Arsenal dan melanjutkan pekerjaannya sebagai komentator. Namun, pria asal Prancis itu tak membutuhkan waktu lama untuk menuangkan ambisinya merintis karier kepelatihan.

Jumat (26/8/2016), Henry diumumkan telah diangkat sebagai asisten Roberto Martinez di Timnas Belgia. "Asisten Martinez adalah Graeme Jones. Henry akan menjadi asisten pelatih kedua," kata Chris van Puyvelde, Direktur Eksekutif Federasi Sepak Bola Belgia (KBVB).

Belgia memang tengah melakukan perubahan di sektor pelatih. Setelah tersingkir di perempat final Piala Eropa 2016, Belgia langsung ditinggal Marc Wilmots yang dipecat. Tepat pada 4 Agustus 2016, mereka pun menunjuk Martinez, mantan pelatih Everton, sebagai bos anyar.

"Kami ingin membantu kualitas yang kami miliki. Kami membutuhkan dukungan pemain. Kehadiran Henry akan mengubah situasi dan membawa semangat juara ke dalam tim. Saya sangat senang bahwa KBVB telah membentuk staf yang hebat," tutur Van Puyvelde.

Artikel Selanjutnya
Alasan Lemar Tolak Arsenal
Artikel Selanjutnya
Sagna Ogah-ogahan Tanggapi Tawaran MU