Sukses

Menanti Aksi Pemain Keturunan Indonesia di Juventus

Liputan6.com, Turin- Bursa transfer musim panas 2016 resmi ditutup 31 Agustus 2016. Juventus cuma mendatangkan satu pemain di hari terakhir bursa transfer. Mereka meminjam Juan Cuadrado dari Chelsea.

Juventus sebenarnya ingin merekrut satu pemain lagi yakni gelandang Axel Witsel. Namun pria Belgia itu gagal pindah karena Zenit St Petersburg terlalu lama memberikan lampu hijau.


Cuadrado menjadi pemain keenam yang diboyong Juventus musim ini. Pria Kolombia itu menyusul Miralem Pjanic, Medhi Benatia, Gonzalo Higuain, Dani Alves dan Marko Pjaca yang sudah lebih dulu bergabung ke Turin.

Praktis Juventus tidak membeli penjaga gawang baru di musim panas ini. Padahal mereka ditinggal kiper ketiga Rubinho. Dengan demikian Juventus akan mempromosikan pemain keturunan Indonesia, Emil Audero Mulyadi sebagai kiper ketiga.

Mulyadi akan menjadi pelapis bagi Gianluigi Buffon dan Norberto Neto. Dia baru akan bermain bila Buffon dan Neto berhalangan tampil.

Peluang terbesar Mulyadi main di tim utama Juventus ada di ajang Coppa Italia. Juve biasanya menerapkan kebijakan menyimpan Buffon di Coppa Italia. Mulyadi bisa turun di Coppa Italia bila Neto cedera atau terkena skorsing.

Pemuda 19 tahun itu merupakan pemain binaan tim primavera Juventus. Mulyadi baru melakukan debut di tim senior Juve Juli lalu saat mleawan Melbroune Victory (Australia) di ajang International Champions Cup.
 
Ayah Mulyadi merupakan orang Indonesia, sedangkan ibunya berasal dari Italia. Mulyadi lahir di Mataram. Dia pindah ke Italia di tahun 2010. Mulyadi lebih memilih membela timnas Italia ketimbang Indonesia. Mulyadi sudah dipanggil Italia di level junior.

Juventus awalnya dikabarkan akan meminjamkan Mulyadi musim panas ini. Namun pelatih Massimiliano Allegri akhirnya memilih mempertahankan Mulyadi dengan tidak membeli kiper baru untuk menggantikan Rubinho.

Mulyadi bukan kiper berdarah Indonesia pertama yang menembus Serie A. Di musim 1996/1997, Kurnia Sandy pernah menjadi kiper ketiga Sampdoria saat dilatih Sven Goran Eriksson.

1 Komentar

Video Populer

Foto Populer