Sukses

Tertinggal dari Marquez, Rossi Trauma Gagal Lagi

Liputan6.com, Silverstone - Valentino Rossi, pembalap Movistar Yamaha, masih memiliki peluang untuk menjuarai MotoGP 2016 meski terbilang minim. Pasalnya, ia tertinggal cukup jauh dari rider Repsol Honda, Marc Marquez, di klasemen pembalap.

Setelah finis di urutan keempat MotoGP Qatar dan urutan kedua Argentina, Rossi malah gagal finis saat melakoni balapan MotoGP Austin. Sempat bangkit di Spanyol dan Prancis, Rossi malah kembali gagal menuntaskan balapan di Italia.

Insiden serupa diamali Rossi di Belanda dan ketika ia hanya bisa menempati urutan kedelapan di Jerman. Pada dua balapan terakhir, ia finis di posisi keempat MotoGP Austria dan merebut podium kedua MotoGP Republik Ceko.

Ternyata, ada sesuatu yang mengggangu Rossi saat mengarungi petualangan di musim ini. Ya, Rossi masih merasa sakit hati dan trauma akibat kekalahan dari rekan setimnya, Jorge Lorenzo, dalam perburuan gelar di musim lalu.

"Saya memiliki motivasi besar karena saya ingin mencoba memenangi lebih banyak balapan dan memenangkan kejuaraan karena di musim lalu saya sangat sangat-sangat dekat. Perasaan saat itu benar-benar buruk karena saya pikir akhir musim lalu tidak adil," kata Rossi seperti dikutip Motorsport.

"Dua sampai tiga pekan pertama sangat berat. Tapi, setelah beraksi di Monza saya kembali untuk balapan. Di momen itu, saya akhirnya berpikir, 'Oke, kita lupakan.' Anda tak akan pernah melupakan, tapi Anda mencoba untuk melupakannya."

1 dari 2 halaman

Insiden Rossi-Marquez

Ya, kekalahan di musim lalu memang begitu menyakitkan bagi Rossi. Pasalnya, pembalap berjuluk The Doctor itu sudah berjuang keras sejak awal musim. Bahkan, ia sempat menorehkan catatan bagus ketika merebut 12 podium beruntun.

Sayang, perseteruan dengan Marquez yang berujung fatal pada MotoGP Malaysia membuat rencana Rossi untuk merengkuh podium juara langsung buyar. Kala itu, Rossi diklaim sengaja menjatuhkan Marquez hingga dihukum start dari posisi belakang pada seri terakhir di Valencia.

Meski mampu finis di urutan keempat, Rossi tetap terpaut lima poin dari Lorenzo yang akhirnya dinobatkan sebagai juara. Tak heran jika sampai saat ini kesedihan dan penyesalan masih menghinggapi pikiran Rossi.

"Tekanan dan energi yang saya berikan musim lalu sangat ekstrem, karena kami datang di balapan terakhir dengan kondisi seperti itu. Jika Anda juara, Anda akan mengembalikan beberapa energi. Jika Anda kalah, Anda tak bisa memulihkannya. Dan saya telah memberikan terlalu banyak untuk musim lalu," tutur Rossi.

Artikel Selanjutnya
Rossi Sudah Pesimistis Tidak Bisa Menjuarai MotoGP 2017
Artikel Selanjutnya
Ban Jadi Masalah Terbesar Rossi di MotoGP 2017