Ketika Benitez Meminta Maaf
Liverpool Dimas Ramadani15/01/2010 23:54 | Liverpool
Ekspresi manajer Liverpool, Rafael Benitez jelang laga big-match EPL menjamu Arsenal di Anfield Stadium, 13 Desember 2009. Liverpool kalah 1-2. AFP PHOTO/ PAUL ELLIS.
Rafael Benitez (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Liverpool: Dalam setahun segalanya bisa berubah. Kondisi itu dialami manajer Liverpool, Rafael Benitez. Tahun lalu Liverpool merupakan pesaing utama Manchester United dalam perebutan titel Liga Premier. Kali ini, untuk menempati zona Liga Champions saja The Reds tertatih-tatih.
Musim ini prestasi Liverpool anjlok. Mereka lebih akrab dengan hasil buruk di beberapa laga terakhir. Tersingkir dari Piala FA, sangat besar kemungkinan Liverpool mengakhiri musim ini tanpa merengkuh satu pun gelar juara. Tekanan pun memberatkan pundak manajer berkebangsaan Spanyol itu.
Dukungan Liverpudlian, fans setia Liverpool, yang utama. Benitez mengantongi itu ketika berselisih dengan Tom Hicks dan George Gillett Jr ketika co-owner Liverpool itu kedapatan menghubungi Jurgen Klinsmann. Benitez wajib menjaga hubungan baik tersebut.
Oleh karena itu, “Kami meminta maaf. Faktanya kami bermain buruk. Saya banyak pengalaman di sepakbola. Setiap minggu segalanya bisa berubah. Kami mesti percaya mampu bangkit dari keterpurukan,” ujarnya seperti dirilis BBC.
Benitez membidik momentum dan hal itu diharapkan terjadi pada partai versus Stoke City, Sabtu (16/1). “Kami harus fokus. Tidak ada apa pun di pikiran selain mengalahkan Stoke,” imbuhnya. Pastinya Liverpool kini tersingkir dari Piala FA, Piala Liga dan Liga Champions. Sementara di Liga Premier mereka tertinggal 12 poin dari posisi puncak yang diduduki Chelsea. Ayo Benitez, setidaknya kembalikan Liverpool ke khitahnya: menduduki empat besar!(DIM)
Musim ini prestasi Liverpool anjlok. Mereka lebih akrab dengan hasil buruk di beberapa laga terakhir. Tersingkir dari Piala FA, sangat besar kemungkinan Liverpool mengakhiri musim ini tanpa merengkuh satu pun gelar juara. Tekanan pun memberatkan pundak manajer berkebangsaan Spanyol itu.
Dukungan Liverpudlian, fans setia Liverpool, yang utama. Benitez mengantongi itu ketika berselisih dengan Tom Hicks dan George Gillett Jr ketika co-owner Liverpool itu kedapatan menghubungi Jurgen Klinsmann. Benitez wajib menjaga hubungan baik tersebut.
Oleh karena itu, “Kami meminta maaf. Faktanya kami bermain buruk. Saya banyak pengalaman di sepakbola. Setiap minggu segalanya bisa berubah. Kami mesti percaya mampu bangkit dari keterpurukan,” ujarnya seperti dirilis BBC.
Benitez membidik momentum dan hal itu diharapkan terjadi pada partai versus Stoke City, Sabtu (16/1). “Kami harus fokus. Tidak ada apa pun di pikiran selain mengalahkan Stoke,” imbuhnya. Pastinya Liverpool kini tersingkir dari Piala FA, Piala Liga dan Liga Champions. Sementara di Liga Premier mereka tertinggal 12 poin dari posisi puncak yang diduduki Chelsea. Ayo Benitez, setidaknya kembalikan Liverpool ke khitahnya: menduduki empat besar!(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
