Sukses

Evaluasi Olimpiade 2016, Jumlah Atlet Indonesia Masih Minim

Liputan6.com, Jakarta - Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia di Olimpiade 2016, Raja Sapta Oktohari berharap jumlah atlet Kontingen Indonesia bertambah pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Menurut Raja Sapta, atlet Indonesia yang dikirimkan ke Olimpiade tidak sebanding dengan populasi penduduk di Indonesia. Jumlah atlet Indonesia kalah dengan Malaysia. Negeri Jiran menerjunkan 32 atlet di Olimpiade 2016 dan tersebar di 10 cabang olahraga. Sedangkan, Indonesia berkekuatan 25 atlet dan tampil di 7 cabor.

Raja Sapta menjelaskan, jumlah atlet Indonesia yang masih minim di Olimpiade 2016 menjadi bahan evaluasi. "Bagi kami, tantangan besar Indonesia adalah, tidak sebanding dengan populasi penduduk di Indonesia. Mungkin, Indonesia harus fokus, bagaimana di Olimpiade 2020, Indonesia bisa mengirimkan banyak atlet," kata Raja Sapta dalam jumpa pers di FX Senayan.

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir

Pada Olimpiade 2016, Indonesia berhasil membawa pulang 3 medali, satu emas dan dua perunggu. Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sedangkan, dua medali perak datang dari Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni dari cabang angkat besi.

Keberhasilan Indonesia meneruskan tradisi emas di Olimpiade, menurut Raja Sapta, tidak lepas dari faktor komunikasi. Setelah ditunjuk menjadi Cdm, promotor olahraga tinju ini langsung 'safari' ketujuh cabor Olimpiade.Berkat komunikasi intensif, Menpora dan CdM sepakat dengan anggaran Rp 35 miliar.

"Sekarang, tugas kami menyelesaikan laporan,pekerjaan kami belum 100 persen, tinggal 5 persen. Kami hanya melaporkan penggunaan dana selama di Rio (Brasil). Mungkin Rp 10 sampai 11 miliar. Dana tersebut masih tercampur dengan dana pribadi kami Targetnya pekan-pekan ini semua laporan selesai," ucap Raja Sapta.

Video Populer

Foto Populer