Henry Bebas dari Sanksi FIFA
Play-off Piala Dunia 2010 Dimas Ramadani19/01/2010 01:53 | Timnas Prancis
Kapten Prancis, Thierry Henry di sesi konferensi pers yang berlangsung di Clairefontaine, 17 November 2009, jelang leg kedua play-off PD 2010 lawan Republik Irlandia. AFP PHOTO / FRANCK FIFE
Thierry Henry (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Zurich: Masih ingatkah Anda dengan insiden handaball Thierry Henry yang berperan besar meloloskan Prancis ke putaran final Piala Dunia 2010? Ya, tindakan yang melukai Republik Irlandia di babak play-off itu tidak menimbulkan sanksi apa pun terhadap Henry.
Badan Sepakbola Dunia alias FIFA, Senin (18/1) waktu setempat, mengumumkan bahwasanya Henry bebas dari segala hukuman terkait insiden handball di Stade de France, 18 November 2009. Keputusan keluar setelah bulan lalu persoalan ini dibawa ke sidang Komite Eksekutif FIFA.
Henry menggunakan tangannya untuk membuka gol yang dilesakkan William Gallas. FIFA dalam hal ini meminta segala bukti, termasuk rekaman video pertandingan, sebelum mengeluarkan keputusan terhadap penyerang berusia 32 tahun tersebut.
Tapi Henry boleh bernapas lega. Pembelaan Henry meruntuhkan Komite Disiplin (Komdis) FIFA yang menghasilkan putusan bebas. Dengan peraturan yang ada sekarang hanya penggunaan lengan secara disengaja untuk menghalau bola memasuki gawang yang bisa diganjar.
“Komite Disiplin FIFA sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada landasan legal untuk memberikan sanksi. Hal itu dikarenakan menyentuh bola bukanlah pelanggaraan serius menurut aturan yang berlaku,” FIFA dalam pernyataan resminya. “Tidak ada landasan hukum yang bisa digunakan Komdis untuk mengeluarkan sanksi terhadap insiden dengan hanya berdasarkan tidak terlihat oleh wasit.”(DIM)
Badan Sepakbola Dunia alias FIFA, Senin (18/1) waktu setempat, mengumumkan bahwasanya Henry bebas dari segala hukuman terkait insiden handball di Stade de France, 18 November 2009. Keputusan keluar setelah bulan lalu persoalan ini dibawa ke sidang Komite Eksekutif FIFA.
Henry menggunakan tangannya untuk membuka gol yang dilesakkan William Gallas. FIFA dalam hal ini meminta segala bukti, termasuk rekaman video pertandingan, sebelum mengeluarkan keputusan terhadap penyerang berusia 32 tahun tersebut.
Tapi Henry boleh bernapas lega. Pembelaan Henry meruntuhkan Komite Disiplin (Komdis) FIFA yang menghasilkan putusan bebas. Dengan peraturan yang ada sekarang hanya penggunaan lengan secara disengaja untuk menghalau bola memasuki gawang yang bisa diganjar.
“Komite Disiplin FIFA sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada landasan legal untuk memberikan sanksi. Hal itu dikarenakan menyentuh bola bukanlah pelanggaraan serius menurut aturan yang berlaku,” FIFA dalam pernyataan resminya. “Tidak ada landasan hukum yang bisa digunakan Komdis untuk mengeluarkan sanksi terhadap insiden dengan hanya berdasarkan tidak terlihat oleh wasit.”(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
