Sukses

3 Insiden Mendebarkan di Langit PON Jabar 2016

Liputan6.com, Jakarta Pekan Olahraga Nasional (PON) masih terus berlangsung di Jawa Barat. Pesta olahraga empat tahunan ini juga mempertandingkan olahraga-olahraga ekstrem dengan tingkat risiko yang terbilang besar.

Salah satunya sebut saja terjun payung. Olahraga dirgantara ini tidak jarang merenggut nyawa penerjunnya. Parasut yang tidak mengembang menjadi salah satu momok yang berakibat fatal.

Olahraga dirgantara lainnya yang terbilang ekstrem adalah gantole. Perubahan arah angin yang kadang terjadi secara tiba-tiba menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para atlet yang tengah bertanding.

Selama perhelatan PON Jabar setidaknya telah terjadi tiga insiden 'horor' yang mendebarkan. Salah satunya adalah parasut salah seorang penerjun yang sempat tidak mengembang saat bertanding. Masih ada lagi kisah atlet gantole yang nyaris celaka saat bertanding. Ingin mengetahui selengkapnya, simak rinciannya:

1 dari 4 halaman

Gantole Nyaris Celaka

Penerbang Pulang Naik Ojek
Cuaca buruk mengadang perhelatan cabang olahraga gantole Minggu (18/9/2016). Salah seorang peserta, Rizal Fatoni, sempat hilang dari pantauan panitia. Pasalnya dia tidak mendarat di lokasi semestinya.

Mengetahui kejadian ini, tim penyelamat dari Basarnas segera diterjunkan. Panitia juga sudah memberitahukan kejadian ini ke Polsek Nagreg dan Polsek Limbangan.

Namun panitia akhirnya bisa bernapas lega. Sebab atlet masih merespons saat coba dihubungi lewat telepon genggamnya. Hanya saya pembicaraan terputus setelah sempat berkomunikasi 4 detik.

Jubir Basarnas Jabar, Joshua, menjelaskan bahwa Rizal memang sempat mengalami masalah akibat cuaca buruk saat mengudara. Akibatnya, dia harus mengeluarkan parasut cadangan di perbatasan antara Sumedang-Garut atau  lebih ke arah Limbangan.

Rizal dinyatakan hilang sekitar pukul 16.00 WIB. Namun pada pukul 17.00 dia sudah berhasil ditemukan. Rizal ternyata mendarat di semak-semak kawasan Situraja. Dia lalu dibantu warga dan kembali ke posko menggunakan ojek.

2 dari 4 halaman

Penerjun Tak Sadarkan Diri

Mendarat dalam Kondisi Pingsan
Insiden yang tidak kalah mendebarkan juga mewarnai jalannya olahraga terjun payung yang berlangsung di di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (20/9/2016). Endang Trilibrata Elma Rahmawati, penerjun putri asal Yogyakarta ditemukan pingsan saat mendarat.

Anggota Humas dan Protokoler Basarnas, Joshua Banjarnahor menejalaskan, Endang pingsan akibat cuaca panas selama pertandingan. Dia kemudian dilarikan ke ruang perawatan dan kondisinya sudah membaik.

"Tidak ada cedera atau trauma," kata Joshua.

Cabang terjun payung diikuti 108 atlet dari 13 kontingen. Mereka tampil di tiga nomor, yakni ketepatan mendarat, kerja sama di udara, dan kerja sama antarparasut.

3 dari 4 halaman

Parasut Tidak Mengembang

Parasut Utama Kuncup
Langit Bandara Nusawiru juga nyaris merenggut nyawa penerjun lainnya, Siswo. Penerjun asal Jawa Tengah itu nyaris celaka gara-gara bermasalah dengan parasut utamanya ketika melakukan penerjunan.

Saat tuas ditarik, parasut utama yang dibawanya tidak mengembang. Beruntung, Siswo tidak panik. Dia segera mengembangkan parasut cadangan sampai akhirnya mendarat dengan selamat di tanah.

Persiapan cabang olahraga terjun payung selama PON Jabar 2016 dilakukan secara maksimal. Bandara Nusawuri sengaja dipilih menjadi venue cabor ini karena dianggap punya fasilitas yang layak.

Bandara ini memiliki landasan pacu yang memadai untuk pesawat dengan panjang 1.400 meter dan lebar 30 meter, ukuran ini yang tepat bagi pesawat berukuran kecil seperti Cessna Grand Caravan.

Bandara Nusawiru juga dilengkapi Taxiway yang menghubungkan runway dengan apron (tempat parkir pesawat) berukuran 100 x 25 meter. Sementara apron berukuran 150 x 60 meter dinilai sudah ideal.

 

 

 

Video Populer

Foto Populer