Sukses

Terpukul di Olimpiade, 'Robin Hood' Bangkit di PON Jabar

Liputan6.com, Bandung - Nama Riau Ega Agata sempat mengejutkan usai penampilan apiknya dalam cabang olahraga panahan di Olimpiade Rio 2016 dengan mengalahkan favorit juara dari Korea Selatan, Kim Woo-jin. Namun, ia malah kalah dari atlet panahan Italia, Mauro Nespoli sehingga tidak bisa melangkah lagi lebih jauh.

Usai kegagalan itu, pemanah berusia 24 tahun tersebut sempat terpukul, karena merasa mampu jauh lebih baik. Setelah beristirahat usai tampil di Olimpiade Rio, Riau Ega mulai berlatih giat lagi untuk tampil di PON 2016 Jawa Barat bersama kontingen Jawa Timur.



"Saya sedih itu, waktu kalah dari pemanah Italia. Saya diam, pelatih juga diam saja. Tapi, habis itu saya dikasih waktu dua hari untuk berduka. Setelah itu, saya diminta persiapan fokus ke PON Jabar," kata Riau Ega.

Usahanya bangkit dari kekalahan menyakitkan di Olimpiade Rio membuahkan hasil. Medali emas PON Jabar ia persembahkan untuk Jatim dari nomor recurve individual putra. Dia juga tidak mempermasalahkan turunnya level bertanding dari Olimpiade ke PON.

"Saya bisa masuk pelatnas kan juga karena Jawa Timur. Saya dikirim untuk seleknas juga karena kepercayaan Jawa Timur, dan bisa dapat tiket ke Olimpiade. Jawa Timur berjasa juga membuat saya bisa tampil di Olimpiade dan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan Jawa Timur," ungkap Riau Ega kepada wartawan di Lapangan Panahan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Seolah ingin balas dendam atas kegagalan di Olimpiade Rio, Riau Ega menargetkan merebut semua emas PON Jabar di nomor yang dia ambil bagian. Di PON Jabar, dia turun di tiga nomor, recurve individual putra, recurve beregu putra, dan recurve beregu mix.    

Bagi 'Robin  Hood' dari Jatim ini, sekarang dia berada pada titik awal untuk dapat berprestasi lagi dan hal itu dimulai dari tampil di PON Jabar. Target tertinggi Riau Ega adalah berkiprah lagi di Olimpiade 2020 Tokyo demi menyumbangkan medali bagi Merah Putih.
 
Selama berkarier di dunia olahraga panahan, bagi Riau Ega, hal yang terberat dalah ketika menjalani latihan. Ketika tampil di pertandingan, pria kelahiran Blitar ini biasanya lebih rileks dan menikmati momen-momen melepaskan busur panah ke sasaran.

Pengenalan Riau Ega ke olahraga panahan tergolong cukup unik. Dia dipaksa masuk pelatihan panahan saat masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar, karena sering main di luar rumah hingga larut malam. Sang ibu, Siti Soleha Yusuf, memaksanya untuk punya kegiatan yang positif, dan olahraga panahan menjadi pilihan.
 
"Saya sempat menekuni tiga olahraga, renang, sepakbola, dan panahan. Padahal, panahan olahraganya mahal, renang dan sepakbola lebih murah. Tapi, ternyata passion-nya di panahan sampai sekarang," tutur Riau Ega.
Pemanah Jatim, Riau Ega Agata S melihat sasaran saat lomba kelas Recurve Men Individual di  Lapangan Panahan Si Jalak Harupat, Kab Bandung, Rabu (21/9/2016). Di final, Riua Ega mengalahkan  Dhia Rahmat (NAD). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Video Populer

Foto Populer