Sukses

Buntut Ricuh Polo Air, Sumsel Tempuh Jalur Hukum

Liputan6.com, Bandung - Kericuhan laga polo air putera di PON Jabar antara DKI Jakarta dan Sumatera Selatan, Senin, (19/9/2016) lalu membuat sejumlah pihak melapor ke Polres Soreang, Rabu, (21/9/2016).

Ironisnya, keributan di venue polo air yang terletak di kompleks Stadion Si Jalak Harupat itu juga melibatkan oknum aparat keamanan. Pangilma Kodam (Pangdam) III/Siliwangi, Hadi Prasojo sampai meminta maaf akibat terjadinya insiden tersebut.

Koordinator Keamanan Kontingen PON XIX Sulsel, Rusli Nawi yang ikut menjadi korban dalam insiden itu, diminta melengkapi laporan dengan hasil visum oleh Polisi. Selain Rusli, atlet polo air Sumsel, Aben Wisander juga mengambil langkah serupa karena merasa menjadi korban pemukulan.

"Saya bersama atlet yang dipukul dan dokter sudah melaporkan hal tersebut. Kami sudah menjalani BAP, namun pihak Polres meminta kami melengkapi berkas hasil visum dari rumah sakit," kata Rusli Nawi, Koordinator Keamanan Kontingen PON XIX Sumsel.

Rusli sendiri langsung menjalani pemeriksaan. Namun proses tersebut membutuhkan waktu selama tiga hari. "Kami akan cek terus sejauh mana progres pembuatan hasil visum ini di rumah sakit, kalau saja bisa lebih cepat diambil," ucap dia. 

Menurut Rusli, langkah melaporkan kasus ini ke Polisi mengikuti arahan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Sumsel, Yusuf Wibowo. "Kami sangat kecewa. Ada instruksi dari KOI yang diwakili Muddai Maddang melalui Kadispora Sumsel, Yusuf Wibowo, untuk tetap melanjutkan kasus tersebut dan melaporkannya kepada pihak kepolisian," Rusli melanjutkan.

Para pemain yang diduga terlibat aksi pemukulan sudah mendapat hukuman. Namun, hanya menjalani hukuman larangan bertanding Senin (19/9/2016) saja. Keesokan hari, Selasa (20/9/2016), pemain tetap yang terlibat bisa tampil di duel Jabar melawan DKI Jakarta.

Video Populer

Foto Populer