Sukses

Stadion Sriwedari, Saksi Bisu PON I 1948

Liputan6.com, Stadion Sriwedari di Solo, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu multievent terakbar di Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON). Sriwedari menjadi tempat pertama kali upacara pembukaan PON I 1948. Sang proklamator, Ir Soekarno dan Mohammad Hatta meresmikan gelaran itu.

Ketika PON pertama berlangsung, Stadion Sriwedari memiliki fasilitas paling lengkap. Solo menjadi pilihan utama penyelenggaraan PON di tahun tersebut. Kontingen Jawa Tengah tampil menjadi juara umum pada PON pertama. Sebelum menjadi tempat perhelatan PON pertama, stadion Sriwedari telah berdiri 19 tahun sebelumnya. 

Stadion Sriwedari berdiri pada tahun 1932 berkat gagasan Sri Susuhunan Paku Buwono X dari Keraton Surakarta. Ide pertama membangun stadion ini untuk memberikan fasilitas bagi para kerabat keraton dan orang pribumi berolahraga, seperti bermain sepak bola.

Keprihatinan itu muncul setelah orang-orang pribumi tidak diperkenankan bermain sepak bola di stadion yang kebanyakan didirikan oleh Belanda. Warga pribumi hanya bermain di lapangan alun-alun kidul tanpa menggunakan alas kaki.

Melihat perlakuan tidak adil ini, raja Surakarta langsung memberikan lokasi di Kebun Suwung, Kelurahan Sriwedari untuk dibangun stadion. Perencanaan stadion ini dipercayakan kepada Mr. Zeylman dengan menghabiskan biaya sebesar 30 ribu gulden. Pekerjaan pembangunan stadion selesai selama delapan bulan dengan total 100 pekerja.

Stadion Sriwedari  berdiri dengan megah dan memiliki beberapa fasilitas seperti lintasan atletik serta lampu sorot disetiap sisinya. Terlampau megah, Belanda bahkan sempat meminta untuk memakai stadion ini. Permintaan itu disetujui dan pada akhirnya Belanda bisa memakai stadion ini pada malam hari sementara orang pribumi diperkenankan berlatih pada siang dan sore hari.

1 dari 2 halaman

PON I 1948

Berbagai kejadian bersejarah banyak terjadi di stadion paling tua di Indonesia ini. Contohnya, ketika pemerintah pendudukan Belanda melakukan serah terima kekuasaan kota Surakarta kepada pemerintah Republik Indonesia. 

Namun puncak momen paling berharga ketika Stadion Sriwedari menjadi lokasi pertama yang dipakai untuk menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON), 8-12 September 1948. Pada saat itu, Jawa Tengah berhasil keluar sebagai juara umum. Hingga kini, setiap tanggal 9 September juga dijadikan sebagai hari olahraga Indonesia.

Nilai sejarah yang kental di stadion ini membuat pemerintah melakukan pemugaran pada tahun 1982. Kini Stadion Sriwedari juga dijadikan sebagai monumen PON Pertama.

Meski memiliki banyak muatan sejarah, Stadion Sriwedari sempat mengalami perubahan nama menjadi Stadion R Maladi pada 4 Agustus 2003. Pengubahan nama menjadi Stadion R Maladi sebagai wujud penghormatan atas jasa-jasa Maladi yang juga desainer stadion ini. Namun pada November 2011 di bawah kepemimpinan walikota Joko Widodo, pemerintah kota Solo mengembalikan lagi nama stadion R. Maladi menjadi stadion Sriwedari.

Kini Stadion Sriwedari masih berdiri kukuh dan tetap dipakai untuk menggelar pertandingan-pertandingan sepak bola ataupun konser musik. (Penulis: Yosef Deny Pamungkas)