Sukses

Uus, Si Pemandu Sorak Cabor Bulu Tangkis di PON Jabar

Liputan6.com, Cirebon - "Pendek, Poton!" Teriakan nyaring itu selalu keluar dari mulut pria paruh baya di tengah-tengah penonton dalam sebuah pertandingan bulu tangkis PON Jabar, di GOR Bima. Dia selalu terlihat di setiap pertandingan bulu tangkis bertaraf nasional.

Sesekali pria yang dikenal bernama Uus ini berdiri bersorak mendukung para pemain bulu tangkis di lapangan. Meski sempat mendapat tanggapan dingin, teriakan Uus mendapat respons dari orang di sekitarnya. 

Pria 47 tahun ini datang dari Surabaya, Jawa Timur. Uus menjadi penonton setia beragam cabang olahraga sejak perhelatan PON 1996 di Jakarta. "Sejak tahun 1996 ikut event olahraga. Bulu tangkis, voli pantai, dan voli indoor. Sampai saya kenal atlet dan pelatih nasional di Indonesia," ungkap dia.

Sebagai pencinta olahraga, khususnya bulu tangkis, Uus rela menyisihkan sebagian penghasilannya dari berjualan kelontong di daerah Tandes, Surabaya. Saking seringnya hadir di pertandingan olahraga, nama Uus mulai kondang di antara para pelatih dan pemain. Seringkali, dia mendapat undangan menonton pertandingan di luar daerah dengan biaya bantuan dari PB PBSI.

Uus mengaku nyaris tidak pernah absen menonton pertandingan bulu tangkis bertaraf nasional di Pulau Jawa. Uus biasanya berangkat dengan biaya sendiri ke tempat pertandingan. Selain sering menghadiri perhelatan olahraga, Uus juga sering mondar -mandir di pelatnas atlet bulu tangkis di Cipayung, Jakarta Timur. Dia mengaku sudah dikenal oleh kalangan para atlet di sana.

Pemandu sorak cabor bulutangkis

Namun demikian, dia selalu menolak bantuan akomodasi ketika menonton pertandingan, seperti di PON Jabar. 

"Saya tidur di mana saja yang penting bisa nonton anak-anak bertanding. Kalau ke luar Jawa, saya baru di Riau dan Palembang. Kebanyakan di Pulau Jawa. Kadang dapat info kejuaraan juga dari klub bulutangkis. Saya diminta datang buat memotivasi," tuturnya

Uus memiliki bahasa tersendiri untuk memotivasi para atlet. Di antaranya Panjang-Pendek-Potong, Tinggi, Kanan-Kiri, Begen (back-hand). Bahasa yang diteriakkan Uus cukup menghibur perhatian para penonton.

Tidak sedikit penonton yang tertawa melihatnya. Walhasil, semua perhatian pun tertuju pada tingkah lakunya. Seringkali Uus mampu mendinginkan suasana dengan sikapnya itu. Uus berteriak menggunakan bahasanya sendiri sambil memperagakan sorakan dengan gerakan tubuh layaknya seorang pelatih bulu tangkis."Saya bukan ngawur atau asal bicara. Karena saya geregetan melihat atlet yang bertanding," tuturnya.

Ungkapan panjang, pendek, atau potong itu dilontarkan Uus agar pemain tanggap melihat bola dan bisa menyambar bola serta menghasilkan poin. Tinggi itu dimaksudkan untuk memukul bola ke belakang agar mudah dibaca. Sementara bahasa kanan dan kiri dimaksudkan agar bola susah dijangkau oleh lawan. "Kalau begen (back-hand) ya sama saja dengan pengertian umumnya," tutur dia.

Kiprah Uus kini mulai terkenal. Salah seorang penonton, Arifin, mengaku pernah melihat Uus di televisi dalam setiap pertandingan bulu tangkis."Saya sering lihat di teve dan sekarang lihat langsung, ternyata benar ada Pak Uus," ucap Arifin.

Aksi Uus, kata Arifin, tidak berbeda dengan yang ada di televisi. "Tiap turnamen selalu begitu, Mas. Bahasanya yang aneh, tapi memang menghibur juga," ujarnya.