Sukses

Wagub Djarot: PON Itu Bukan Pembusukan Olahraga Nasional

Liputan6.com, Bandung Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, melihat langsung perjuangan atlet-atlet ibu kota di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016. Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu bahkan menjadi saksi keberhasilan tim bola basket putri DKI melaju ke babak final, Selasa (27/9/2016).

DKI lolos setelah berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor 61-42 di GOR C-Tra Arena, Bandung. Selanjutnya tim putri ibu kota akan bertemu Jawa Tengah yang berhasil mengalahkan Jatim 62-56.

"Ini adalah kegembiraan yang kami harapkan. Ini pertandingan penuh persahabatan. Itu yang terpenting. PON itu Pekan Olahraga Nasional, bukan Pembusukan Olahraga Nasional. Makanya saya berharap masing-masing daerah menjalin persahabatan," ujar Djarot kepada wartawan usai pertandingan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Djarot juga mengaku tidak kecewa dengan perolehan medali DKI secara keseluruhan meski hingga pukul 16.00 WIB, kontingen ibu kota masih berada di urutan ketiga papan klasemen. Djarot mengatakan, pihaknya sejak awal memang tidak menargetkan sebagai juara umum.

"Terpenting adalah berprestasi sebaik mungkin, fair, dan pembinaan berjenjang. Saya sampaikan kepada KONI DKI dan masing-masing Pengcab agar jangan membajak atlet dari luar," kata Djarot menambahkan.

Dalam kunjungan tersebut, Djarot juga menyindir perhelatan PON tahun ini. Seperti diketahui, begitu banyak permasalahan yang terjadi selama perhelatan multicabang empat tahunan tersebut.

Bahkan, beberapa atlet DKI juga jadi korban kekacauan yang terjadi di PON 2016. Mulai dari kericuhan pada cabang polo air, regulasi pada cabang renang indah, hingga kasus kekerasan pada cabang hoki.

"Ini harus dievaluasi betul-betul. Ini adalah cambuk keras bagi Kemenpora dan PB masing-masing olahraga. Jangan sampai PON dijadikan sebagai ajang mematikan atlet berprestasi yang sudah dipersiapkan sejak lama," kata Djarot.