Portsmouth Kian Melarat
Portsmouth ME Gunawan28/01/2010 20:40 | Portsmouth
Tampilan muka situs Portsmouth yang ditutup terkait belum dilunasinya pembayaran service provider.
Tampilan muka situs Portsmouth (portsmouthfc.co.uk)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Portsmouth: Kesulitan finansial yang dialami Portsmouth benar-benar di luar perkiraan semula. Pada Kamis (28/1) pagi, laman resmi klub ditutup. Usut punya usut, Pompey, julukan Portsmouth, tak mampu memenuhi klausul pembayaran yang disepakati dengan operator pengelola, Juicy, perusahaan yang ditunjuk untuk menangani situs www.portsmouth.fc.co.uk.
Konfirmasi down-nya situs tersebut diakui juru bicara klub. “Situs kami ditutup karena klub gagal memenuhi pembayaran yang semula disepakati dengan operator pengelola,” tuturnya seperti yang dikutip The Guardian. Tentu saja, kondisi ini sangat memalukan dan kian menambah keraguan publik akan kemampuan owner klub, Ali Al-Faraj dalam mengelola klub yang diakuisisinya sejak 5 Oktober 2009.
Yang lebih “mengerikan”, kabarnya pembayaran gaji para pemain bakal kembali tertunda. Rencananya, gaji bulan Januari bakal dicairkan pada Jumat (29/1) besok. Tapi, tampaknya, klub bakalan tidak mampu memenuhinya. Sepanjang musim ini, tercatat tiga kali Portsmouth telat membayar gaji para pemain yang tiap bulannya mencapai besaran 1,8 juta pound atau sekitar Rp 27 miliar.
Situs resmi bakal kembali dibuka andaikata tunggakan pembayaran kepada Juicy dapat dilunasi. Namun, mengingat kesulitan finansial klub, selain gaji pemain Pompey pun diwajibkan membayar 9 juta pound kepada mantan pemilik klub, Sacha Gaydamak, pada 31 Januari, maka belum dapat diketahui kapan kira-kira situs tersebut berjalan kembali seperti semula.
Kesulitan di luar lapangan kian menambah beratnya beban yang harus dipikul Avram Grant. Skuad asuhannya harus menjalani laga berat di pekan ini, bertandang ke Manchester City, Minggu (31/1). Sejauh ini, Pompey masih terbenam di dasar klasemen, tertinggal empat angka dari Hull City yang berada di peringkat ke-19 dan terpaut lima poin dari zona aman.(MEG)
Konfirmasi down-nya situs tersebut diakui juru bicara klub. “Situs kami ditutup karena klub gagal memenuhi pembayaran yang semula disepakati dengan operator pengelola,” tuturnya seperti yang dikutip The Guardian. Tentu saja, kondisi ini sangat memalukan dan kian menambah keraguan publik akan kemampuan owner klub, Ali Al-Faraj dalam mengelola klub yang diakuisisinya sejak 5 Oktober 2009.
Yang lebih “mengerikan”, kabarnya pembayaran gaji para pemain bakal kembali tertunda. Rencananya, gaji bulan Januari bakal dicairkan pada Jumat (29/1) besok. Tapi, tampaknya, klub bakalan tidak mampu memenuhinya. Sepanjang musim ini, tercatat tiga kali Portsmouth telat membayar gaji para pemain yang tiap bulannya mencapai besaran 1,8 juta pound atau sekitar Rp 27 miliar.
Situs resmi bakal kembali dibuka andaikata tunggakan pembayaran kepada Juicy dapat dilunasi. Namun, mengingat kesulitan finansial klub, selain gaji pemain Pompey pun diwajibkan membayar 9 juta pound kepada mantan pemilik klub, Sacha Gaydamak, pada 31 Januari, maka belum dapat diketahui kapan kira-kira situs tersebut berjalan kembali seperti semula.
Kesulitan di luar lapangan kian menambah beratnya beban yang harus dipikul Avram Grant. Skuad asuhannya harus menjalani laga berat di pekan ini, bertandang ke Manchester City, Minggu (31/1). Sejauh ini, Pompey masih terbenam di dasar klasemen, tertinggal empat angka dari Hull City yang berada di peringkat ke-19 dan terpaut lima poin dari zona aman.(MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
