Sukses

Lawan Putri DKI di Final Sofbol, Papua Pantang Gentar

Liputan6.com, Bandung - Tim putri sofbol Papua dan DKI Jakarta benar-benar berjodoh di PON Jabar. Setelah kembali bertemu di semifinal, keduanya akan kembali mengadu kekuatan pada final yang dihelat di Lapangan Sofbol UPI, Rabu (28/9/2016).
 
Sejatinya, kedua tim baru saja bertemu di semifinal, Selasa (27/9/2016). Meski sempat berjalan alot, DKI akhirnya mampu memenangkan pertarungan sepanjang lima inning dengan skor 19-10.

Usai kalah dari DKI, Papua masih memiliki peluang untuk tetap melaju ke final karena mereka menempati posisi dua terbaik dalam format setengah kompetisi ini. Namun, mereka harus terlebih dulu menghadapi tim pemenang duel Jabar melawan Papua Barat.

Kebetulan, Papua Barat yang memenangkan pertarungan kontra Jabar dengan skor 8-1. Itu artinya, Papua harus melakoni laga derby melawan Papua Barat.
 
Sempat berjalan sengit di dua inning awal, Papua akhirnya mampu menemukan kualitas terbaiknya. Laga itu pun sukses diakhiri Papua dengan keunggulan 7-3.
 
"Kekalahan yang kami dapat adalah karena dua faktor. Pertama, kami melakukan begitu banyak kesalahan. Lalu, bermain dua kali dalam sehari juga tak mudah bagi kami," kata pelatih Papua Barat, Teuku Saiful Amri.
 
Ini akan menjadi pertemuan ketiga bagi DKI dan Papua di PON Jabar 2016. Pertemuan sebelum di semifinal terjadi di babak penyisihan. Kala itu, DKI mampu mempermalukan Papua 16-0.
 
Artinya, Papua akan tampil di bawah tekanan DKI saat final nanti. Bahkan, pelatih Papua Barat pun ikut menjagokan DKI yang akan memenangkan pertarungan. "Papua tim bagus. Tapi, saya tetap pegang DKI."
 
Di sisi lain, Ullysses Meija, pelatih Papua, memberikan kredit besar kepada anak asuhnya. Pasalnya, mereka sama sekali tak terlihat kelelahan saat melakoni laga melawan Papua Barat.
 
Mengenai partai final yang kembali mempertemukan timnya dengan DKI, Meija tak mau ambil pusing. Sebab, ia yakin dengan kualitas yang dimiliki para pemainnya.
 
"Ini berkat usaha keras kami. Baik itu pemain, ofisial, suporter, hingga manajer. Kami kalah dari DKI tadi karena kami membuat banyak error. Jadi, kami harus meminimalisir kesalahan jika ingin memenangkan laga tersebut," kata pelatih asal Filipina tersebut.