Sukses

Cedera Lutut, Atlet Ini Pecahkan Rekor Dunia di PON Jabar

Liputan6.com, Bandung - Atlet angkat berat Lampung, Sri Hartarti, mencuri perhatian di PON Jawa Barat 2016. Turun di kelas 57 kg, Sri mampu memecahkan rekor dunia di angkatan bench press pada Selasa (27/9/2016) di Gymnasium Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Sri mencatatkan total angkatan 569 kg, dengan rincian angkatan deadlift (DL) 199 kg, bench press (BP) 147,5 kg, dan squat 222,5 kg. Ia juga mampu meraih medali emas PON Jabar 2016 dan memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri yang dibuat pada kejuaraan dunia 2013 di Norwegia, yakni 141 kg menjadi 147,5 kg di angkatan bench press.  



Hebatnya lagi, Sri memecahkan rekor dunia itu dalam kondisi pemulihan cedera lutut. Pelatih angkat berat kontingen Lampung, Edy Santoso, menyanjung torehan anak asuhnya di PON Jabar, yang terbilang mengejutkan.

"Dia masih jalani terapi dokter karena cedera lutut, dan atlet biasanya trauma cengan cedera parah. Tapi, dia termotivasi, Sri juga memberikan motivasi untuk lifter lainnya," kata Edy kepada wartawan seusai pertandingan.  

Bila dibandingkan dengan peraih medali perak angkat berat putri kelas 57 kg, total angkatan Sri berbeda jauh. Lifter Kalimantan Timur, Margareth, mencatatkan total angkatan 532,5 kg, sedangkan peraih medali perunggum Julaiha hanya membuat total angkatan 490 kg.

Lampung sendiri memang mendominasi cabor angkat berat di PON Jabar 2016. Lifter putri Lampung, Noviana, yang turun di kelas 63 kg juga merebut medali emas dengan total angkatan 587 kg, dengan rincian angkatan squat 225 kg, bench press 140 kg, dan deadlift 222 kg. 
 
Medali perak kelas 63 kg putri direbut lifter Jawa Barat, Siti Haeroni dengan total angkatan 557,5 kg. Untuk medali perunggu kelas 63 kg putri disabet atlet Jambi, Yuli Sulastri dengan total angkatan 542,5 kg.