Sukses

4 Final Sepak Bola PON Paling Menarik

Liputan6.com, Bandung - Cabang sepak bola PON Jabar 2016 telah sampai partai puncaknya. Malam ini di Stadion Si Jalak Harupat akan berhadapan tuan rumah Jawa Barat menghadapi Sulawesi Selatan untuk berebut medali emas.

Sepak bola PON sudah dipertandingkan sejak PON pertama kali digelar pada 1948 di Solo. Sepanjang perhelatan, terdapat beberapa final menarik. Salah satunya adalah juara bersama di PON 2004 yakni Papua dan Jawa Timur.

Selain itu, beberapa laga final juga bisa dianggap memorabel karena menjadi sejarah bagi tim yang juara. Final PON 2012 di Riau misalnya. Itu menjadi kali pertama Kalimantan Timur juara di PON.

Hingga saat ini, Sumatera Utara tercatat sebagai yang paling sering juara yakni 5 kali. Kemudian diikuti Jawa Timur dengan 4 kali juara. Hebatnya, Jatim juara sepak bola PON tanpa putus yakni sejak PON 1996 hingga PON 2008.

Berikut beberapa final sepak bola PON yang paling menarik:

1 dari 5 halaman

PON XVIII/2012 Riau

Kalimantan Timur 1-0 Sumatera Utara
Tim Kalimantan Timur akhirnya tampil sebagai juara di cabang sepak bola PON XVIII/2012. Ini merupakan untuk kali pertama Kaltim bisa meraih medali emas sepak bola PON.

Di laga final, Kaltim mengalahkan Sumatera Utara 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Laga final di gelar di Stadion Kaharudin Nasution, Pekanbaru. Kaltim diperkuat sejumlah pemain andal yakni Radiansyah dan Bayu Gatra

Pertandingan 2 x 45 menit berlangsung seru. Jual beli serangan terjadi. Namun, tak ada gol yang tercipta hingga akhirnya harus melewati babak perpanjangan waktu.

Pada menit ke-105, tendangan jarak jauh spektakuler yang dilepaskan Loudry Melena menembus gawang Sumut. Kaltim unggul 1-0. Kaltim saat itu dilatih Rudy Keeltjes.

2 dari 5 halaman

PON XVII/2008 Kaltim

Jawa Timur 1-0 Papua
Jawa Timur mencetak sejarah dengan meraih medali emas sepak PON keempat secara beruntun. Di final PON XVII/2008, Jatim mengalahkan Papua dengan skor 1-0.

Menariknya, ini merupakan ulangan final sepak bola PON 2004. Kala itu, Jatim juga bertemu tim Papua di partai puncak.

Jatim yang dilatih Aji Santoso menang 1-0 berkat gol Rendy Irwan dalam laga yang digelar di Stadion Utama Palaran, Samarinda. Dalam laga tersebut, Papua bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-88 setelah Edison Ames mendapat kartu merah.

3 dari 5 halaman

PON XVI/2004 Sumsel

Jawa Timur 1-1 Papua
Jawa Timur dan Papua dinyatakan sebagai juara bersama sepak bola PON 2004 yang digelar di Sumsel. Keputusan itu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan lantaran pihak panitia dinilai lalai.

Hal itu terjadi setelah pertandingan ditunda saat memasuki babak perpanjangan waktu. Skor saat itu adalah 1-1. Laga yang digelar di Stadion Patrajaya, Plaju, Palembang itu terpaksa ditunda karena hari telah gelap dan stadion tak memiliki lampu penerangan.

Sisa 15 menit perpanjangan waktu babak kedua digelar keesokan harinya. Namun, tim Jatim dan Papua tidak datang. Mereka meminta ditentukan sebagai juara bersama karena kecewa dengan kondisi stadion yang tak ada penerangan.

4 dari 5 halaman

PON XIV/1996 Jakarta

Jawa Timur 2-1 Irian Jaya (Papua)
Jawa Timur mampu meraih medali emas sepak bola PON yang PON kala itu digelar di Jakarta. Di partai final, Jatim mengalahkan Irian Jaya (Papua) dengan skor 2-1.

Gol-gol Jatim dihasilkan oleh Eri Irianto dan Reinold Pieters.

Dalam babak final ini ada insiden pemukulan wasit oleh tim Irian Jaya karena tidak puas dengan kepemimpinannya.

Terlepas dari itu, Jatim memang pantas juara karena diperkuat calon bintang-bintang ternama seperti Eri Irianto, Reinold Pieters, Agus Winarno, Hendro Kartiko, Bejo Sugiantiri, Chairil Anwar, dan Anang Ma'ruf. Jatim dilatih pelatih kawakan Rusdy Bahalwan.

(I. Eka Setiawan)