Sukses

Kontingen Daerah Beri Nilai Minus untuk PON Jabar

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan PON Jawa Barat 2016 akan segera berakhir. Selama lebih dari dua pekan, para kontingen daerah bertarung untuk memperebutkan prestasi tertinggi di multiajang empat tahunan nasional tersebut.

Sejauh ini, tuan rumah sudah bisa dipastikan keluar sebagai juara umum. Koleksi medali mereka di klasemen sudah tak lagi terkejar Jawa Timur atau DKI Jakarta yang menjadi pesaing terdekat.

Sayang, kemegahan penyelenggaraan PON Jabar selalu diusik dengan kabar-kabar buruk sejak awal. Banyak yang menilai Jabar belum benar-benar siap menjadi tuan rumah PON 2016.

Protes, kericuhan, infrastruktur yang tak memenuhi kualifikasi, regulasi, hingga kekerasan kepada pemain dan pelatih mengiringi perhelatan PON Jabar 2016. Karenanya, ketika PB PON menggelar rapat Chief de Mission (CdM) terakhir di Trans Luxury Hotel, Rabu (28/9/2016), beberapa daerah mengeluarkan unek-uneknya.

Salah satu kritikan datang dari CdM Sumatera Selatan, Ahmad Taqwa. Ia menegaskan PON Jabar 2016 tak bisa dijadikan sebagai tolak ukur pembinaan prestasi di Tanah Air.

"Saya rasa semua sudah tahu bahwa penyelenggaraan PON kali ini mengalami penurunan dan mencederai proses pembinaan prestasi daerah. Kalau seperti itu, jangan heran jika nantinya prestasi Indonesia di tingkat internasional bisa kalah,” kata Ahmad.
1 dari 2 halaman

Tatap PON 2020

Kritikan juga datang dari DKI yang menjadi salah satu korban buruknya perhelatan PON Jabar 2016. Djamhuron P Wibowo, CdM DKI, menilai protes yang datang selama PON Jabar 2016 masih dalam batas yang wajar.

Meski begitu, ia meminta adanya evaluasi demi kesuksesan perhelatan PON selanjutnya, yakni pada 2020 di Papua.

"Gesekan itu hal yang biasa. Semoga ini dijadikan sebagai cambukan untuk ke depannya. Tuan rumah harus lebih dini mempersiapkan manajemen khusus dan harus melibatkan personel profesional," ujarnya.

Di sisi lain, anggota panitia pengawas dan pengarah (Panwasrah) PON Jabar 2016, Suwarno, mengakui ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pihaknya. Tujuannya adalah demi menciptakan penyelenggaraan PON yang lebih baik untuk ke depannya.

"Tugas tuan rumah itu tidak ringan, tapi kami tetap akan mengevaluasi penyelenggaraan PON kali ini. Semua yang terjadi dalam pertandingan masih wajar. Semua membawa misi kemenangan. Namun di CdM terakhir ini, kami menyelesaikannya dengan penuh kekeluargaan dan berharap PON Papua bisa lebih baik," kata Suwarno yang juga menjabat sebagai Wakil Ketum KONI Pusat itu.