Sukses

DKI Jakarta Juara Umum Bulutangkis PON Jabar

Liputan6.com, Cirebon - DKI Jakarta tampil sebagai juara umum cabor bulutangkis PON Jabar 2016. Pada hari terakhir, tim Ibukota memborong empat medali emas nomor perorangan pada laga di GOR Bima.

Kepastian tim Ibukota keluar sebagai juara umum setelah partai ke-4 nomor tunggal putra, Jonathan Cristie menumbangkan Wisnu Yuli Prasetyo dari Jawa Timur dua set langsung dengan skor 21-16 dan 21-6. Jonathan keluar sebagai pemenang di nomor bergengsi.

Sebelum Jonathan mememastikan medali emas, ganda putra Angga Pratama/Marcuc Feranaldi Gideon menumbangkan ganda Jawa Tengah, Kenas Adi Haryanto/Praveen Jordan. Praveen sendiri berstatus sebagai juara All England 2016 bersama Debby Susanto di nomor ganda campuran. 

Manajer Tim Bulu Tangkis DKI Jakarta, Rachmat Setiawan mengaku puas atas pencapaian tersebut. " Kami bersyukur, kendati tidak dapat emas di beregu, tapi dengan semangat anak-anak akhirnya kami dapat 4 medali emas," ujar Rachmat Setiawan, Rabu (28/9/2016).

Dengan perolehan 4 emas, DKI Jakarta melampaui target emas. Kontingen menargetkan, DKI bisa mencuri 3 emas dari bulu tangkis. Pada gelaran PON 2016 ini, target DKI dari cabor bulutangkis meleset di nomor beregu. Emas beregu putra-putri jatuh ket tangan tuan rumah, Jawa Barat.

"Sebenarnya target kami beregu tapi sayangnya tidak dapat. Dari situ anak-anak kami berjanji lebih maksimal dan alhamdulillah dapat medali emas dan juara umum," tuturnya.

DKI Jakarta gagal menyapu bersih seluruh emas di nomor perorangan setelah ganda Jawa Tengah atas nama Praveen Jordan/Melatih menang dua set langsung atas ganda DKI Jakarta, Hafiz Faizal/ Shela Devi Aulia.

Sementara itu, Jabar hanya meraih dua perak dari nomor perorangan. Perak pertama Jabar didapat Hanna Ramadini. Dia harus mengakui keunggulan Fitriani dari DKI Jakarta. Perak kedua datang dari pasangan ganda putri Jabar, Suci Rizki Andini/ Tiara Rosalia Nuraidah. Mereka kalah dari Anggia Shitta Awanda/ Della Destiara Harris.

Sementara itu, salah satu atlet Jabar, Suci Rizki mengatakan, sejumlah atlet DKI Jakarta lebih siap untuk bertarung di partai final. Kesalahan sendiri membuat Suci gagal meraih emas.

"Ini kedua kalinya kami bertemu dengan mereka (Anggia Shitta Awanda dan Della Destiara Harris). Kami sudah berusaha maksimal, tidak enak juga sama manager karena gagal meraih emas. Tapi, kami masih bisa bersyukur karena berhasil menyumbang emas di beregu."