Sukses

5 Momen Tak Terlupakan PON Jabar 2016

Liputan6.com, Jakarta - Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 telah usai digelar. Jawa Barat (Jabar) selaku tuan rumah berhasil keluar sebagai juara umum pada event olahraga tertinggi di Tanah Air ini.

Berbagai momen menarik menghiasi ajang olahraga multievent empat tahunan ini. Dari momen menarik karena prestasi hingga kontroversi terjadi selama dua pekan berlangsungnya PON Jabar.

 Terkait itu, Liputan6.com telah merangkum lima momen tak terlupakan selama gelaran PON 2016:

1 dari 6 halaman

1. Jawa Barat Akhiri Paceklik 55 Tahun Juara Umum PON

Gelar juara umum PON 2016 tampaknya sangat spesial bagi Jawa Barat. Pasalnya, pencapaian ini mengakhiri paceklik gelar selama 55 tahun di ajang PON.

Jabar keluar sebagai juara umum usai mengumpulkan total 531 medali dengan rincian 217 emas, 157 perak dan 157 perunggu.

Pencapaian ini tak mampu dikejar Jawa Timur yang berada di peringkat kedua dengan 405 medali dan DKI Jakarta di posisi ketiga dengan 376 medali.

Selain itu, Jabar juga sukes mengawinkan gelar juara umum dengan medali emas dari cabang sepak bola. Hal ini terjadi usai Jabar mengalahkan Sulawesi Selatan dengan skor akhir 5-4 melalui drama adu penalti di Stadion di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (28/9/2016).

2 dari 6 halaman

2. Akhir Manis Generasi Emas Voli Putri Jawa Barat

Tim voli putri Jawa Barat sukses menyabet medali emas PON XIX 2016 usai mengalahkan Jawa Timur di final, Rabu (28/9/2016). Medali emas ini sekaligus menjadi akhir bagi beberapa atlet voli putri Jabar.

Seperti diketahui, tim voli putri Jawa Barat diisi oleh atlet-atlet berlabel bintang, yakni Amalia Fajrina Nabila, Agustin Wulandhari, Yolla Yuliana, Wahida Muntaza, Wilda Siti Nurfadilah, Putri Andya, dan Tri Retno Mutiara.

Dalam skuat PON 2016, ada empat pevoli putri yang juga sempat mengantarkan Jabar meraih medali emas di PON 2012, Riau. Mereka adalah Amalia Fajrina Nabila, Agustin Wulandhari, Yolla Yuliana, serta Komang Bumi Rekta.

Sayangnya, pada PON 2020 di Papua, wajah dan permainan empat pevoli putri itu tidak bisa kita nikmati lagi. Faktor usia menjadi alasan Amalia, Agustin, Yolla, dan Komang tidak lagi ambil bagian di PON Papua 2020. Keputusan ini tampaknya menjadi akhir dari generasi emas voli putri Jabar di ajang PON.

3 dari 6 halaman

3. Banyaknya Kericuhan

Ajang PON yang seharusnya menjadi puncak dari piramida olahraga di Indonesia justru kerap tercoreng dengan beberapa insiden kericuhan yang memalukan. Permasalahan yang sebenarnya sering terjadi disetiap gelaran PON kembali lagi terjadi pada tahun ini.

Salah satu kericuhan yang paling memalukan terjadi di cabang polo air. Pada saat itu, pertandingan Polo Air antara Jawa Barat melawan Sumatera Selatan menjadi ajang adu jotos pemain dan penonton. Kejadian berawal ketika salah satu atlet Jabar memukul atlet dari Sumatera Selatan. Adu pukul dan saling kejar pun tak terhindarkan di dalam kolam renang.

Imbas kejadian tersebut menular ke tribun penonton. Suporter tuan rumah yang didominasi aparat TNI terlihat terpancing dengan melempari kontingen Sumsel dengan botol air mineral.

Tak hanya cabor polo air, cabang lain seperti sepak bola, hanggar, wishu, tinju hingga gulat juga tak luput dari kericuhan. Bahkan, pada cabor gulat, seorang atlet sampai harus diamankan oleh pihak keamanan karena berbuat onar.

4 dari 6 halaman

4. Kapal Tenggelam di Cabor Layar

Kecelakaan sempat terjadi pada Hari terakhir lomba perahu layar pada PON Jabar 2016. Pasalnya, perahu yang mengangkut sejumlah tamu penting yang disediakan oleh panitia mengalami kebocoran sehingga tenggalam di Pantai Balongan, Indramayu, Selasa (27/9/2016). Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Insiden bermula ketika perahu VIP ini berlayar untuk melihat jalannya lombat. Di dalam kapal terdapat Wakil Ketua Umum III PB Porlasi, Laksamana TNI AL Joni Awuy, pimpinan KONI Kepulauan Riau dan Banten, serta tamu undangan lainnya, termasuk mantan atlet layar putri Jawa Barat, Dian Ursula Maria.

Naas, tiba-tiba perahu mengalami kebocoran dan tenggelam di tengah laut. Beruntung, juri-juri yang sedang mengawal para atlet langsung menuju lokasi kapal VIP yang bocor.

Para penumpang dievakuasi secepatnya dengan perahu-perahu juri yang langsung merapat. Setelah menyelamatkan ke-12 penumpang, perahu VIP itu kemudian ditarik ke Pantai Balongan. Hanya saja, belum sampai ke daratan, kapal itu sudah lebih dulu tenggelam dan kandas di sekitar pantai.

5 dari 6 halaman

5. Pecahnya Rekor Dunia di PON Jabar

Atlet angkat berat Lampung, Sri Hartarti mampu memecahkan rekor dunia di angkatan bench press pada Selasa (27/9/2016) di Gymnasium Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Sri mencatatkan total angkatan 569 kg, dengan rincian angkatan deadlift (DL) 199 kg, bench press (BP) 147,5 kg, dan squat 222,5 kg. Ia juga mampu meraih medali emas PON Jabar 2016 dan memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri yang dibuat pada kejuaraan dunia 2013 di Norwegia, yakni 141 kg menjadi 147,5 kg di angkatan bench press.

Bila dibandingkan dengan peraih medali perak angkat berat putri kelas 57 kg, total angkatan Sri berbeda jauh. Lifter Kalimantan Timur, Margareth, mencatatkan total angkatan 532,5 kg, sedangkan peraih medali perunggum Julaiha hanya membuat total angkatan 490 kg. (Yosef Deny Pamungkas)