Sukses

Kembang PON Jabar: Bersinar di Dunia Lelaki

Liputan6.com, Jakarta - Meja biliar selama ini akrab dengan laki-laki, sedikit wanita yang berkecimpung di olahraga bola sodok ini. Termasuk di perhelatan PON Jabar tahun ini.

Pebiliar asal DKI Jakarta, Angeline Magdalena Ticoalu, belakangan jadi buah bibir usai asiknya pada PON 2016 lalu. Dara kelahiran 29 Oktober 1984 ini merupakan pebiliar unggulan yang tampil pada PON Jabar 2016. Wanita berusia 32 tahun tersebut ternyata cukup lama menggeluti olahraga bola sodok ini.

Awalnya, bungsu dari 4 bersaudara ini sekedar mengisi waktu bermain biliar dengan teman-teman lelakinya semasa SMA sekitar tahun 1999 lalu. Ya, Angie yang berwajah lembut ini aslinya memang tomboy. Jangankan berdandan, kacapun tak pernah ada di tasnya.

.

"Kebetulan salah satu manajer klub liat saya main, saya dianggap berbakat, ya saya coba. Pas saya coba, saya suka dan jatu cinta," begitu ungkapan Angeline saat diwawancarai Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Angie masih siswi kelas 1 SMAN 3 Jakarta. Sejak itulah Angie serius menekuni olahraga biliar hingga sukses meraih prestasi hingga tingkat internasional. 

Dalam perjalanannya, wanita yang kerap disapa Angie ini sudah mengira bahwa jalan yang diambilnya tak semulus yang diperkirakan. Sebab, keputusannya ini sempat mendapat tentangan dari kedua orang tuanya.

Angeline Magdalena Ticoalu, pebiliar putri asal DKI Jakarta (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

Beralasan memang, karena olahraga biliar kala itu masih sangat belum populer bagi seorang wanita. Namun, tekadnya untuk menggeluti olahraga ini sudah bulat. Akhirnya, perjuangan gigih Angie membuat orang tuanya luluh. Sebab, dia berhasil meraih juara demi juara yang membanggakan, baik bagi diri sendiri, maupun orang tua.

Titik cerah awal kariernya mulai terlihat sejak masuk sebagai atlet DKI Jakarta pada 2002. Setahun kemudian, Angel ikut Kejurnas dan langsung memenangkan medali emas. Prestasi itu semakin membuat dara kelahiran 29 Oktober 1984 tersebut percaya diri.

Angeline Magdalena Ticoalu, pebiliar putri asal DKI Jakarta (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

Setelah mulai naik ke tingkat profesional, berbagai macam prestasi sudah dinikmati wanita yang baru dipersunting Donny Heru pada Juni 2014 itu. Dia sudah menikmati medali emas SEA Games. Selain itu, dia juga berhasil menjuarai Australian Open di tahun 2007.

Sayang, peraih tiga emas PON Riau 2012 itu gagal mengantongi medali emas di PON Jawa Barat 2016. Kendati begitu, kegagalan ini membuat dia berkecil hati. Anggie menginspirasi bagi para wanita Indonesia sekaligus menghapus cap negatif, biliard bukan olah raga negatif.

"Sekarang, sayang ingin memberikan inspirasi kepada para perempuan. Setiap kali saya bertanding di daerah-daerah juga kerap ajak wanita lain untuk ikut bermain," tutur dia.

Pebiliar putri Jabar, Nony Krystianti Andilah (Liputan6.com/Windi Wicaksono)

Pebiliar dari Cirebon Nony Krystianti juga tidak kalah memikat. Rambutnya panjang sampai sepundak, tidak begitu hitam. Kulitnya putih dan memiliki senyum manis. Wanita yang akrab disapa Nony ini jadi sorotan penonton kala bertanding.

PON XIX merupakan kedua kalinya Nony terlibat. Wanita ayu kelahiran 23 November 1995 ini berhasil mencuri perhatian penonton. Bukan hanya cantik, tapi dia lumayan agresif. Ya, atlet Jawa Barat ini sukses meraih medali perunggu pada kelas 10 ball single. Ini sekaligus mengulang pencapaian pada PON 2012 lalu.

Nony mengenal meja biliar saat duduk di bangku kelas lima sekolah dasar, sampai akhirnya dipinang oleh KONI Jabar. Nonny dianggap pebiliar berbakat Indonesia, mengingat usianya baru 21 tahun. Dia juga pernah masuk pelatnas jelang SEA Games 2015 Singapura. Dua nama di atas bisa dibilang sebagai contoh saja. Masih ada beberapa pebiliar lain yang juga bersinar meski berada di dunia lelaki.

1 dari 3 halaman

Ayu Bulan Ganesha

Ayu Bulan Ganesha

Di level nasional, nama Ayu Bulan Ganesha kerap menghiasi sejumlah kejuaraan. Dia dikenal pebiliar putri yang tangguh dan mampu bermain sabar saat pertandingan sudah berlangsung berjam-jam.

Wajah cantiknya juga membuat penonton sabar menyaksikan pertandingannya sampai selesai. Di PON Jabar, Ayu Bulan mewakili Jawa Timur, tapi pada PON Riau 2012 dia bermain untuk Kalimantan Selatan.

Pebiliar berusia 26 tahun ini sesungguhnya kelahiran Jakarta, tapi mencari pengalaman ke sejumlah provinsi. Ia kecewa karena di PON Jabar hanya ada nomor 10 ball yang dipertandingkan untuk putri, sedangkan nomor 9 ball dan 8 ball putri dicoret tanpa alasan yang jelas.

2 dari 3 halaman

Lionie A. Wattimena

Lionie A. Wattimena

Lionie A. Wattimena begitu percaya diri ketika menghadapi lawan-lawannya di atas meja biliar. Pebiliar asal Sumatera Utara ini juga merupakan salah satu unggulan meraih medali di PON Jabar.

Yang menarik, Lionie tengah hamil lima bulan ketika tampil di PON Jabar. Fakta itu sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk merebut medali emas demi kontingen Sumut.

Di level nasional, Lionie termasuk pebiliar putri yang diperhitungkan para pesaingnya. Dia akan menjadi lawan berat bagii Angel dan Nonny. (Penulis: Indra Eka Setiawan)