Karena Facebook, Dicekal untuk Partai Final
Jelang Final Carling Cup Dimas Ramadani04/02/2010 20:10 | Carling Cup
Nathan Baker
Artikel Terkait
Liputan6.com, Birmingham: Karena ulahnya di situs jejaring sosial Facebook, salah seorang pemain Aston Villa dicekal untuk partai final Carling Cup. Villa menjatuhkan larangan tersebut buat Nathan Baker karena pemain berusia 18 tahun itu menjajakan tiket jatah internal klub melalui situs jejaring sosial tersebut.
Bintang Timnas Inggris U-21 tidak diperkenankan mesti sekadar menyertai Villa di Wembley Stadium, Minggu, 28 Februari, menghadapi Manchester United. Tiket yang masih ada di tangannya juga ditarik kembali pengurus klub.
Baker menjual lima tiket yang menjadi jatah keluarga dan sahabat dekatnya seharga 200 pound (Rp 3 juta) per lembarnya dan sudah mendapatkan pemesan. Harga tersebut diturunkan dari sebelumnya yang dijajakan seharga 500 pound (Rp 7,5 juta).
Potensi besar Baker yang seorang centre-back diakui banyak pihak. Tim pelatih Lincoln City, klub divisi empat tempatnya menghabiskan masa peminjaman, menyebutnya sebagai “The Next John Terry”. Dengan tinggi menjulang 191 sentimeter, postur Baker mendukung sebagai defender tangguh.
“Klub sedih atas tindakan bodoh Nathan (Baker),” papar juru bicara Villa. “Semua pemain tentunya menyadari tiket partai final Carling Cup yang diberikan hanya dipergunakan untuk kalangan pribadi—keluarga, pacar dan/atau teman dekat. Tindakannya mempermalukan diri sendiri, klub dan fans Aston Villa.”
Karena usianya yang masih belia, Villa berharap Baker bisa belajar dari pengalaman buruk ini. Alasan itu pula yang membuat Villa tidak menambahkan hukuman untuknya. Di samping itu Baker juga sudah menyampaikan permintaan maafnya kepada klub dan fans Villa dan menyesal tidak bisa mendukung The Villans, julukan Villa, di Wembley.(DIM/Daily Mail)
Bintang Timnas Inggris U-21 tidak diperkenankan mesti sekadar menyertai Villa di Wembley Stadium, Minggu, 28 Februari, menghadapi Manchester United. Tiket yang masih ada di tangannya juga ditarik kembali pengurus klub.
Baker menjual lima tiket yang menjadi jatah keluarga dan sahabat dekatnya seharga 200 pound (Rp 3 juta) per lembarnya dan sudah mendapatkan pemesan. Harga tersebut diturunkan dari sebelumnya yang dijajakan seharga 500 pound (Rp 7,5 juta).
Potensi besar Baker yang seorang centre-back diakui banyak pihak. Tim pelatih Lincoln City, klub divisi empat tempatnya menghabiskan masa peminjaman, menyebutnya sebagai “The Next John Terry”. Dengan tinggi menjulang 191 sentimeter, postur Baker mendukung sebagai defender tangguh.
“Klub sedih atas tindakan bodoh Nathan (Baker),” papar juru bicara Villa. “Semua pemain tentunya menyadari tiket partai final Carling Cup yang diberikan hanya dipergunakan untuk kalangan pribadi—keluarga, pacar dan/atau teman dekat. Tindakannya mempermalukan diri sendiri, klub dan fans Aston Villa.”
Karena usianya yang masih belia, Villa berharap Baker bisa belajar dari pengalaman buruk ini. Alasan itu pula yang membuat Villa tidak menambahkan hukuman untuknya. Di samping itu Baker juga sudah menyampaikan permintaan maafnya kepada klub dan fans Villa dan menyesal tidak bisa mendukung The Villans, julukan Villa, di Wembley.(DIM/Daily Mail)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
