West Ham Mirip Yayasan
West Ham United ME Gunawan04/02/2010 21:20 | West Ham United
Gerbang West Ham United (© AFP 2010)
Liputan6.com, London: Pada Selasa, 19 Januari lalu, David Sullivan dan David Gold, resmi menjadi co-owner West Ham United setelah membeli 50 persen saham klub dengan nilai kurang lebih 50 juta pound atau sekitar Rp 750 miliar. Tak lama kemudian, Sullivan yang mantan pemilik Birmingham City berusia 61 tahun itu mengungkapkan jika ternyata selama ini manajemen The Hammers di bawah rezim lama sangat bobrok dan meninggalkan utang sebesar 110 juta pound.
Karena itulah, dalam hari-hari pertamanya bertugas di Upton Park, Sullivan yang mampu menyelamatkan Birmingham dari kebangkrutan pada 1993 dan akhirnya menjual saham klub senilai 80 juta pound kepada Carson Yeung, menggelar program pengetatan ikat pinggang secara besar-besaran.
Di mata Sullivan, selama ini rezim lama di bawah kepemimpinan Bjorgolfur Gudmundsson dan kemudian ditangani Icelandic CB Holding, memperlakukan klub bagaikan sebuah yayasan. Saking bobroknya, seorang staf klub dengan leluasa menguras kas klub sebesar 10 ribu pound—via kartu kredit—dalam sebulan yang digunakan untuk menginap di restoran dan makan di restoran.
Langkah pertama yang dilakukan Sullivan adalah menginstruksikan Vice-Chairman Karren Brady untuk memotong sejumlah pengeluaran klub yang tidak perlu dan menuntut FA memberikan kompensasi atas cedera yang menimpa striker Timnas Inggris, Dean Ashton. Selain itu, Sullivan memangkas biaya tagihan telepon seluler staf klub.
“Penghematan harus dilakukan,” tegas Sullivan. “Sayangnya, klub sedang berada dalam kesulitan dimana utangnya mencapai 110 juta pound. Anda tidak bisa menjalankan klub sebagai yayasan sosial seperti yang selama ini dijalankan. Sebagian besar, terlalu banyak pemborosan. Kami benar-benar menekankan soal tersebut. Namun, kami pun sadar, proses ini memakan waktu,” imbuhnya.
Masuknya Sullivan dan Gold membuat Chief Executive Scott Duxbury mengundurkan diri dari jabatannya. Pun diperkirakan di akhir Februari, Direktur Teknik, Gianluca Nani yang notabene teman dekat manajer tim Gianfranco Zola juga akan hengkang dari Upton Park.
West Ham pun menunda gaji Calum Davenport yang setiap pekannya mencapai 20 ribu pound menyusul dakwaan penyerangan terhadap saudara perempuannya. Sullivan juga memberi konfirmasi jika klub menghentikan biaya tahunan sebesar 40 ribu pound (Rp 600 juta) terhadap para mantan pemain West Ham yang bekerja di setiap pertandingan.(MEG)/Mirror)
Karena itulah, dalam hari-hari pertamanya bertugas di Upton Park, Sullivan yang mampu menyelamatkan Birmingham dari kebangkrutan pada 1993 dan akhirnya menjual saham klub senilai 80 juta pound kepada Carson Yeung, menggelar program pengetatan ikat pinggang secara besar-besaran.
Di mata Sullivan, selama ini rezim lama di bawah kepemimpinan Bjorgolfur Gudmundsson dan kemudian ditangani Icelandic CB Holding, memperlakukan klub bagaikan sebuah yayasan. Saking bobroknya, seorang staf klub dengan leluasa menguras kas klub sebesar 10 ribu pound—via kartu kredit—dalam sebulan yang digunakan untuk menginap di restoran dan makan di restoran.
Langkah pertama yang dilakukan Sullivan adalah menginstruksikan Vice-Chairman Karren Brady untuk memotong sejumlah pengeluaran klub yang tidak perlu dan menuntut FA memberikan kompensasi atas cedera yang menimpa striker Timnas Inggris, Dean Ashton. Selain itu, Sullivan memangkas biaya tagihan telepon seluler staf klub.
“Penghematan harus dilakukan,” tegas Sullivan. “Sayangnya, klub sedang berada dalam kesulitan dimana utangnya mencapai 110 juta pound. Anda tidak bisa menjalankan klub sebagai yayasan sosial seperti yang selama ini dijalankan. Sebagian besar, terlalu banyak pemborosan. Kami benar-benar menekankan soal tersebut. Namun, kami pun sadar, proses ini memakan waktu,” imbuhnya.
Masuknya Sullivan dan Gold membuat Chief Executive Scott Duxbury mengundurkan diri dari jabatannya. Pun diperkirakan di akhir Februari, Direktur Teknik, Gianluca Nani yang notabene teman dekat manajer tim Gianfranco Zola juga akan hengkang dari Upton Park.
West Ham pun menunda gaji Calum Davenport yang setiap pekannya mencapai 20 ribu pound menyusul dakwaan penyerangan terhadap saudara perempuannya. Sullivan juga memberi konfirmasi jika klub menghentikan biaya tahunan sebesar 40 ribu pound (Rp 600 juta) terhadap para mantan pemain West Ham yang bekerja di setiap pertandingan.(MEG)/Mirror)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
