Bremen Akhiri Puasa Kemenangan
Pekan Ke-21 Bundesliga Dimas Ramadani06/02/2010 04:25 | Bundesliga
Bek Werder Bremen, Clemens Fritz berebut bola dengan striker Hertha Berlin, Raffael, 5 Februari 2010. AFP PHOTO/PHILIPP GUELLAND
Clemens Fritz (© AFP 2010)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Bremen: Werder Bremen mengakhiri paceklik kemenangan setelah menggulung Hertha Berlin 2-1 pada partai pembuka pekan ke-21 Bundesliga, Jumat (5/2) atau Sabtu dini hari WIB. Bremen kembali menatap peluang lolos ke pentas Eropa, sedangkan Hertha kian “tenteram” di dasar klasemen.
Sejak menang enam gol tanpa balas dari SC Freiburg pada 21 November, Bremen tidak pernah menang di Bundesliga. Bahkan, di lima petandingan terakhir Bremen selalu menderita kekalahan. Dua gol Bremen dibukukan Marko Marin dan Claudio Pizarro. Satu gol Hertha yang sempat mengejutkan publik Weserstadion dicetak Theofanis Gekas.
Mesut Ozil sudah membahayakan gawang Hertha pada menit kelima. Tetapi tendangan kaki kiri gelandang internasional Jerman itu berhasil dipatahkan kiper Jaroslav Drobny. Ketika beringsur 20 menit sundulan Pizarro menerpa tiang gawang. Sedangkan bola liar yang dimiliki Aaron Hunt gagal dimaksimalisasi.
Tuan rumah diuntungkan oleh keputusan keliru dari wasit ketika babak pertama berjalan 30 menit. Gol dari Gekas yang sejajar dengan pemain bek lawan paling belakang dianulir karena asisten wasit keburu mengangkat bendera tanda offside. Kedudukan 0-0 pun menutup paruh pertama.
Kebuntuan dipecahkan pada menit ke-66. Marin yang menerima bola setelah Ozil ditekel Lukasz Piszczek melepaskan tendangan voli akurat yang tidak terbendung Drobny. Skor 1-0 untuk Bremen tidak berlangsung lama. Pada menit ke-68, Gekas dengan jitu memanfaatkan kegagalan Pizarro dan kiper Time Wiese dalam mengantisipasi tendangan bebas.
Striker Peru itu membayar kesalahannya. Ketika waktu normal tersisa sembilan menit Pizarro membawa Bremen kembali unggul. Tendangan kaki kiri Pizarro bersarang di gawang. Kedudukan 2-1 bertahan hingga pertandingan selesai setelah tembakan salto Cicero gagal ketika hanya membentur mistar gawang Wiese.
Poin maksimal membuat poin Bremen berjumlah 31, atau terpaut emoat poin dari zona Europa League dan 10 poin dari zona Liga Champions. Sementara itu, jerat degradasi kian kuat memeluk Die Alte Dame, julukan Hertha, yang terpaut tujuh poin dari wilayah aman.(DIM)
Sejak menang enam gol tanpa balas dari SC Freiburg pada 21 November, Bremen tidak pernah menang di Bundesliga. Bahkan, di lima petandingan terakhir Bremen selalu menderita kekalahan. Dua gol Bremen dibukukan Marko Marin dan Claudio Pizarro. Satu gol Hertha yang sempat mengejutkan publik Weserstadion dicetak Theofanis Gekas.
Mesut Ozil sudah membahayakan gawang Hertha pada menit kelima. Tetapi tendangan kaki kiri gelandang internasional Jerman itu berhasil dipatahkan kiper Jaroslav Drobny. Ketika beringsur 20 menit sundulan Pizarro menerpa tiang gawang. Sedangkan bola liar yang dimiliki Aaron Hunt gagal dimaksimalisasi.
Tuan rumah diuntungkan oleh keputusan keliru dari wasit ketika babak pertama berjalan 30 menit. Gol dari Gekas yang sejajar dengan pemain bek lawan paling belakang dianulir karena asisten wasit keburu mengangkat bendera tanda offside. Kedudukan 0-0 pun menutup paruh pertama.
Kebuntuan dipecahkan pada menit ke-66. Marin yang menerima bola setelah Ozil ditekel Lukasz Piszczek melepaskan tendangan voli akurat yang tidak terbendung Drobny. Skor 1-0 untuk Bremen tidak berlangsung lama. Pada menit ke-68, Gekas dengan jitu memanfaatkan kegagalan Pizarro dan kiper Time Wiese dalam mengantisipasi tendangan bebas.
Striker Peru itu membayar kesalahannya. Ketika waktu normal tersisa sembilan menit Pizarro membawa Bremen kembali unggul. Tendangan kaki kiri Pizarro bersarang di gawang. Kedudukan 2-1 bertahan hingga pertandingan selesai setelah tembakan salto Cicero gagal ketika hanya membentur mistar gawang Wiese.
Poin maksimal membuat poin Bremen berjumlah 31, atau terpaut emoat poin dari zona Europa League dan 10 poin dari zona Liga Champions. Sementara itu, jerat degradasi kian kuat memeluk Die Alte Dame, julukan Hertha, yang terpaut tujuh poin dari wilayah aman.(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
