Drogba Menghadirkan Dilema
Jelang Chelsea vs Arsenal Dimas Ramadani06/02/2010 12:36 | Chelsea
Selebrasi striker Chelsea, Didier Drogba. AFP PHOTO/Adrian Dennis
Didier Drogba (© AFP 2010)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: London terbelah antara biru dan merah. Pertemuan Chelsea dan Arsenal selalu menyedot perhatian luas dan menjadi salah satu big-match yang ditunggu di Liga Premier. Minggu, 7 Februari, keduanya bertemu kembali dan mengambil tempat di Stamford Bridge.
Didier Drogba pantas mendapat sorotan. Striker Pantai Gading itu punya trek rekor ciamik bertemu The Gunners. Ketika Drogba bermain, The Blues tidak pernah menderita kekalahan menghadapi rival mereka sesama London tersebut. Dari 11 pertemuan, Drogba mengemas 10 gol. Dua di antaranya ketika Chelsea mempermalukan Arsenal 3-0 di Emirates Stadium, 29 November.
Tapi kedatangan Drogba setelah memperkuat negaranya di Piala Afrika mendatangkan pusing buat bos Chelsea, Carlo Ancelotti. Mengapa? Tanpa Drogba, Chelsea bermain apik dengan formasi 4-3-3 yang lebih fleksibel. Formasi yang musim lalu sukses diterapkan Guus Hiddink.
Nicolas Anelka memiliki ruang gerak lapang sehingga lebih mobil saat berperan sebagai ujung tombak. Florent Malouda kembali menemukan jati diri sebagai penyerang lubang yang gemar menyisir rusuk kiri. Frank Lampard yang tadinya mandul, mengemas hanya dua gol sebelum Januari, menjaringkan lima gol ketika mendapat ruang kreativitas lebih.
Joe Cole juga demikian. Gelandang serang internasional Inggris ini mampu mempertontonkan kemahirannya menyayat pertahanan lawan meski kondisi fisiknya belum pulih benar dari cedera. Catatan sahih selama sebulan kemarin, Chelsea memenangi lima pertandingan dan mengemas 19 gol.
Fantastis bukan? Tapi, beda halnya saat mereka bertandang ke Hull, Selasa (2/2) lalu. Sebagai kekuatan serang, Chelsea seperti kehilangan arah. Kurang kreativitas dan inovasi sehingga pertandingan berakhir 1-1. Uniknya, satu-satunya gol di KC Stadium berasal dari Drogba. Kini Ancelotti harus berpikir keras mencari formula pas demi mengembalikan ketajaman taring dan kuku “Singa London”.(DIM)
Didier Drogba pantas mendapat sorotan. Striker Pantai Gading itu punya trek rekor ciamik bertemu The Gunners. Ketika Drogba bermain, The Blues tidak pernah menderita kekalahan menghadapi rival mereka sesama London tersebut. Dari 11 pertemuan, Drogba mengemas 10 gol. Dua di antaranya ketika Chelsea mempermalukan Arsenal 3-0 di Emirates Stadium, 29 November.
Tapi kedatangan Drogba setelah memperkuat negaranya di Piala Afrika mendatangkan pusing buat bos Chelsea, Carlo Ancelotti. Mengapa? Tanpa Drogba, Chelsea bermain apik dengan formasi 4-3-3 yang lebih fleksibel. Formasi yang musim lalu sukses diterapkan Guus Hiddink.
Nicolas Anelka memiliki ruang gerak lapang sehingga lebih mobil saat berperan sebagai ujung tombak. Florent Malouda kembali menemukan jati diri sebagai penyerang lubang yang gemar menyisir rusuk kiri. Frank Lampard yang tadinya mandul, mengemas hanya dua gol sebelum Januari, menjaringkan lima gol ketika mendapat ruang kreativitas lebih.
Joe Cole juga demikian. Gelandang serang internasional Inggris ini mampu mempertontonkan kemahirannya menyayat pertahanan lawan meski kondisi fisiknya belum pulih benar dari cedera. Catatan sahih selama sebulan kemarin, Chelsea memenangi lima pertandingan dan mengemas 19 gol.
Fantastis bukan? Tapi, beda halnya saat mereka bertandang ke Hull, Selasa (2/2) lalu. Sebagai kekuatan serang, Chelsea seperti kehilangan arah. Kurang kreativitas dan inovasi sehingga pertandingan berakhir 1-1. Uniknya, satu-satunya gol di KC Stadium berasal dari Drogba. Kini Ancelotti harus berpikir keras mencari formula pas demi mengembalikan ketajaman taring dan kuku “Singa London”.(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
