Wasit "Handball Henry" Bertugas di Afsel
Piala Dunia 2010 Dimas Ramadani06/02/2010 19:13 | Piala Dunia 2010
Wasit Martin Hansson (tengah) didampingi hakim garis Fredrik Nilsson (kiri) dan Hendrik Andren (kanan) sebelum laga Konfederasi 2009 antara Mesir vs Italia di Ellis Park Stadium, Johannesburg, 18 Juni 2009. AFP PHOTO/VINCENZO PINTO
Martin Hansson (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Zurich: Nama Martin Hansson melambung setelah mensahkan gol kontroversial William Gallas di masa extra-time ke gawang Republik Irlandia pada leg kedua babak kualifikasi Piala Dunia. Gol yang dipertanyakan keabsahannya karena sebelumnya Hansson tidak melihat Thierry Henry secara sengaja menahan bola menggunakan tangan.
Alhasil, Prancis lolos ke putaran final di Afrika Selatan dengan skor agregat 2-1. Meski punya catatan yang catat, wasit berkebangsaan Swedia itu sepertinya akan tetap mendapat kepercayaan dari Badan Sepakbola Dunia (FIFA) bertugas di Afsel.
Hansson termasuk ke dalam daftar provisional wasit pilihan yang dikeluarkan FIFA pada Oktober 2008 untuk memimpin partai Piala Dunia 2010. Meski menuai banyak kritik, terutama dari kubu Irlandia. Asosiasi Sepakbola Irlandia (FAI) sampai mengajukan banding agar leg kedua diulang, yang kemudian tidak ditanggapi FIFA.
“Handball Henry” bukan satu-satunya keputusan Hansson yang menuai kontroversi. ‘Dosa’ lain wasit berusia 38 tahun yang kesehariannya merupakan petugas kebakaran itu tercatat berlaku di partai final Piala Konfederasi antara Brasil versus Amerika Serikat di pertengahan 2009. Hansson tercatat tidak mensahkan gol Kaka meski bola sudah bergulir melewati garis gawang. Kontroversi tidak berlarut-larut karena Brasil kebetulan menang 3-2.
Pada November 2008, Hansson memberi penalti buat Liverpool ketika berhadapan dengan Atletico Madrid di Liga Champions. Eksekusi penalti Steven Gerrard di menit kelima injury time itu membuat skor berakhir 1-1 yang menyelematkan Liverpool dari kekalahan. Sehabis pertandingan, Gerrard mengaku sangat kecewa jika penalti seperti itu diberikan ke kubu lawan.(DIM)
Alhasil, Prancis lolos ke putaran final di Afrika Selatan dengan skor agregat 2-1. Meski punya catatan yang catat, wasit berkebangsaan Swedia itu sepertinya akan tetap mendapat kepercayaan dari Badan Sepakbola Dunia (FIFA) bertugas di Afsel.
Hansson termasuk ke dalam daftar provisional wasit pilihan yang dikeluarkan FIFA pada Oktober 2008 untuk memimpin partai Piala Dunia 2010. Meski menuai banyak kritik, terutama dari kubu Irlandia. Asosiasi Sepakbola Irlandia (FAI) sampai mengajukan banding agar leg kedua diulang, yang kemudian tidak ditanggapi FIFA.
“Handball Henry” bukan satu-satunya keputusan Hansson yang menuai kontroversi. ‘Dosa’ lain wasit berusia 38 tahun yang kesehariannya merupakan petugas kebakaran itu tercatat berlaku di partai final Piala Konfederasi antara Brasil versus Amerika Serikat di pertengahan 2009. Hansson tercatat tidak mensahkan gol Kaka meski bola sudah bergulir melewati garis gawang. Kontroversi tidak berlarut-larut karena Brasil kebetulan menang 3-2.
Pada November 2008, Hansson memberi penalti buat Liverpool ketika berhadapan dengan Atletico Madrid di Liga Champions. Eksekusi penalti Steven Gerrard di menit kelima injury time itu membuat skor berakhir 1-1 yang menyelematkan Liverpool dari kekalahan. Sehabis pertandingan, Gerrard mengaku sangat kecewa jika penalti seperti itu diberikan ke kubu lawan.(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
