Arsenal Gagal Gaet Sorensen
Arsenal ME Gunawan07/02/2010 16:35 | Arsenal
Denmark's goalie Thomas Sorensen reacts to the referee during a friendly football game against Greece at the Karaiskaki stadium in Piraeus, near Athens, on February 11, 2009. AFP PHOTO / Aris Messinis
Thomas Sorensen (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Dipicu kekecewaan dari kekalahan 1-3 dari Manchester United di big-match Liga Premier, Minggu (31/1), sehari kemudian manajer Arsenal, Arsene Wenger secara mengejutkan turun langsung ke bursa transfer musim dingin yang ketika itu memasuki hari terakhir (deadline day) pada Senin (1/2).
Wenger diklaim nyaris berhasil memboyong tiga muka baru. Dua di antaranya merupakan pemain pinjaman, salah satunya striker murni, dan seorang pemain lainnya dengan opsi permanen di akhir masa sewa. Sayangnya, usaha Wenger kandas di tengah jalan. Terbatasnya waktu diyakini jadi faktor utama di balik kegagalan Wenger.
Yang menarik, tanpa menyebut nama pemain, diyakini Wenger berburu kiper Stoke City, Thomas Sorensen. Padahal, sejauh ini Arsenal telah memiliki tiga penjaga gawang, Manuel Almunia, Lukasz Fabianski, dan Vito Mannone. Rupa-rupanya, kepercayaan Wenger kepada Almunia mulai terkikis.
Pasalnya, yang bersangkutan kerap tampil buruk. Karena tak mampu menahan beban, kiper senior kelahiran Spanyol berusia 32 tahun itu mulai kehilangan kepercayaan diri. Sementara, dalam benak Wenger, Fabianski dan Mannone belum cukup untuk mengawal gawag Arsenal secara reguler.
“Kiper boleh jadi merupakan pekerjaan tersulit di dunia. Sebab, segala sesuatunya berjalan dengan sangat cepat. Di Inggris, bahkan lebih sulit. Kiper kerap diterpa publisitas negatif. Jika seorang striker membuang dua peluang namun ia mampu mencetak dua gol, publik mendaulatnya sebagai pahlawan. Tapi, jika kiper telah bermain gemilang, lalu membuat satu kesalahan, tak pelak ia jadi pecundang. Itulah sebabnya, dalam dunia sepakbola, tugas seroang kiper merupakan yang terberat,” tegas Wenger.
Wenger berkilah keputusannya terjun di bursa transfer dilakukan demi kebaikan klub. “Satu-satunya target saya adalah membuat keputusan yang tepat bagi klub. Fabianski menjanjikan. Namun, musim lalu ia melakukan blunder saat laga lawan Chelsea,” tutur Wenger. Fabianski dituding jadi biang keladi kekalahan 1-2 yang dialami Arsenal dari Chelsea di babak semifinal FA Cup yang berlangsung di Stamford Bridge, April 2009.
Jelang laga penentuan nanti malam di tempat yang sama, Wenger optimistis Francesc Fabregas dkk bakal kembali bangkit dan melupakan hasil buruk di laga lawan MU. “Saya yakin mereka akan meresponnya (kekalahan dari MU) di hari Minggu. Tahun lalu situasinya pun sama dan kami pun tetap memang,” ujar Wenger yang tetap yakin jika Arsenal masih berpeluang meraih gelar di musim ini untuk kali pertama dalam lima tahun terakhir. “Ya, saya sangat yakin,” tegasnya.(MEG/Telegraph).
Wenger diklaim nyaris berhasil memboyong tiga muka baru. Dua di antaranya merupakan pemain pinjaman, salah satunya striker murni, dan seorang pemain lainnya dengan opsi permanen di akhir masa sewa. Sayangnya, usaha Wenger kandas di tengah jalan. Terbatasnya waktu diyakini jadi faktor utama di balik kegagalan Wenger.
Yang menarik, tanpa menyebut nama pemain, diyakini Wenger berburu kiper Stoke City, Thomas Sorensen. Padahal, sejauh ini Arsenal telah memiliki tiga penjaga gawang, Manuel Almunia, Lukasz Fabianski, dan Vito Mannone. Rupa-rupanya, kepercayaan Wenger kepada Almunia mulai terkikis.
Pasalnya, yang bersangkutan kerap tampil buruk. Karena tak mampu menahan beban, kiper senior kelahiran Spanyol berusia 32 tahun itu mulai kehilangan kepercayaan diri. Sementara, dalam benak Wenger, Fabianski dan Mannone belum cukup untuk mengawal gawag Arsenal secara reguler.
“Kiper boleh jadi merupakan pekerjaan tersulit di dunia. Sebab, segala sesuatunya berjalan dengan sangat cepat. Di Inggris, bahkan lebih sulit. Kiper kerap diterpa publisitas negatif. Jika seorang striker membuang dua peluang namun ia mampu mencetak dua gol, publik mendaulatnya sebagai pahlawan. Tapi, jika kiper telah bermain gemilang, lalu membuat satu kesalahan, tak pelak ia jadi pecundang. Itulah sebabnya, dalam dunia sepakbola, tugas seroang kiper merupakan yang terberat,” tegas Wenger.
Wenger berkilah keputusannya terjun di bursa transfer dilakukan demi kebaikan klub. “Satu-satunya target saya adalah membuat keputusan yang tepat bagi klub. Fabianski menjanjikan. Namun, musim lalu ia melakukan blunder saat laga lawan Chelsea,” tutur Wenger. Fabianski dituding jadi biang keladi kekalahan 1-2 yang dialami Arsenal dari Chelsea di babak semifinal FA Cup yang berlangsung di Stamford Bridge, April 2009.
Jelang laga penentuan nanti malam di tempat yang sama, Wenger optimistis Francesc Fabregas dkk bakal kembali bangkit dan melupakan hasil buruk di laga lawan MU. “Saya yakin mereka akan meresponnya (kekalahan dari MU) di hari Minggu. Tahun lalu situasinya pun sama dan kami pun tetap memang,” ujar Wenger yang tetap yakin jika Arsenal masih berpeluang meraih gelar di musim ini untuk kali pertama dalam lima tahun terakhir. “Ya, saya sangat yakin,” tegasnya.(MEG/Telegraph).
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andacrisxxx | crishnachanxxx@yaxxx.com| 2010-02-08 09:50:12
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
