Sukses

FIFA Minta Kongres Diundur, 2 Caketum PSSI Angkat Bicara

Liputan6.com, Jakarta - FIFA memberikan jawaban mengenai surat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2016-2020. Dalam suratnya, FIFA mengarahkan Kongres Pemilihan Ketum PSSI ditunda hingga 10 November 2016 dan penyelenggaraannya di Jakarta.

Dalam surat resminya, FIFA mengaku sudah menerima informasi dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengenai rencana penundaan Kongres PSSI hingga 10 November 2016. Surat FIFA kali ini ditujukan kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto tertanggal 14 Oktober 2016, yang sebelumnya memang mengirim surat kepada FIFA.

Sementara itu, lokasi Kongres Pemilihan bakal dilangsungkan di Jakarta. Dalam surat tersebut, FIFA juga merestui para kandidat memperebutkan kursi Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Exco PSSI.

Menanggapi surat yang ditandatangani Sekjen FIFA Fatma Samoura, salah satu Calon Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin berharap federasi mematuhi permintaan FIFA.

"Kita harus patuhi statuta. Kongres Pemilihan harus mendapat pengakuan dari FIFA. Buat apa kita ngotot dan bikin kongres sendiri kalau tidak diakui FIFA," ucapnya saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (15/10/2016).

Djohar Arifin Husin (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

1 dari 2 halaman

Komentar Moeldoko

Calon Ketua Umum PSSI lainnya, Jenderal (Purn) Moeldoko berharap semua pihak bisa menerima arahan yang sesuai dengan surat FIFA. "Semua pasti bukan karena ada niat buruk dari siapa pun. Namun, semua semata-mata lantaran komunikasi yang belum terjalin dengan baik," katanya.

Moeldoko percaya bahwa PSSI bisa bekerja sama dengan Kemenpora di dunia sepak bola. Terlebih lagi, Moeldoko punya visi menyatukan suara PSSI dan Kemenpora yang dalam setahun terakhir saling silang pendapat.

Jendral (Purn) Moeldoko. (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

"Untuk itu, saya juga sudah membuka dan bertemu dengan Menpora (Imam Nahrawi) sebagai langkah awal. Dengan komunikasi yang baik dan saat kita bertemu, maka segala sumbatan akan sirna!" ujar Moeldoko.

"Terpenting, para pelakunya harus gembira dan bebas dari intimidasi. Sepak bola dan PSSI adalah cabang olahraga yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme. Harus ada prestasi yang membanggakan. Prestasi itu hanya bisa dicapai melalui kebahagiaan bukan dalam tekanan. PSSI harus menjadi sahabat bukan justru sebaliknya," ucapnya.