Sukses

Preview MotoGP Jepang: Penurunan Suhu Ancam Keselamatan Pembalap

Liputan6.com, Tokyo - Cuaca ekstrem dan penurunan suhu aspal di Sirkuit Twin Ring Motegi jadi topik menarik jelang MotoGP Jepang 2016, Minggu (16/10/2016) siang. Dua permasalahan itulah yang menyebabkan beberapa kecelakaan yang terjadi di Sirkuit Twin Ring Motegi.

Sebanyak lima pembalap di kelas utama mengalami kecelakaan di kualifikasi. Dani Pedrosa, Eugene Laverty, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Yonny Hernandez terpaksa terlempar dari motornya.

Tim Repsol Honda bahkan sudah resmi mengumumkan bahwa Pedrosa absen pada sesi ke-15 ini. Dia mengalami cedera tulang selangka, dan dia diprediksi bakal melewatkan tiga balapan di Asia (MotoGP Jepang, Australia, dan Malaysia), mengingat ia memerlukan pemulihan pasca menjalani operasi.

Akibat banyak peristiwa yang menyebabkan sejumlah pembalap terkapar di lintasan membuat sebagian joki kuda besi MotoGP mulai menganalisa apa penyebab peristiwa itu terjadi. Namun baru Valentino Rossi yang berani mengutarakan hal tersebut.

"Sesi latihan kedua tampak seperti ada penurunan suhu secara signifikan. Ini tentunya sangat berbahaya bagi pembalap," kata Rossi, dikutip Crash. Tentunya insiden tersebut bakal dijadikan sebagai pembelajaran buat Rossi.
1 dari 3 halaman

Rossi Belum Aman

Apalagi posisinya masih belum aman, meskipun berhasil merebut pole position usai mencatatkan waktu tercepat 1 menit 43.954 detik di kualifikasi. Pasalnya, dua rivalnya: Marc Marquez dan Jorge Lorenzo terus mengekor kecepatannya.

Tambahan lagi, usai menyelesaikan kualifikasi, pembalap Yamaha tersebut mengklaim jika dirinya tidak dalam kondisi fit. Itu tak lain karena cuaca ekstrem yang terjadi di Jepang beberapa hari belakangan ini.

Jika Rossi tak mampu meraih podium di MotoGP Jepang ini, berat peluangnya untuk terus bersaing. Apalagi, jika podium jatuh ke Marquez. Besar kemungkinan perburuan juara MotoGP 2016 berakhir dengan kemenangan pembalap asal Spanyol itu.

2 dari 3 halaman

Masalah Ban

Di sisi lain, permasalahan ban masih mendapat perhatian serius dari pembalap. Pasalnya, stok yang disediakan oleh Michelin sejauh ini masih belum membantu, terutama dalam hal pengereman.

"Melakukan pengereman di jalur ini sangat buruk, ditambah kita harus berjuang dengan suhu. Semua pembalap menggunakan cakram besar untuk menjaga penurunan suhu, tapi ketika Anda kehilangan sedikit kinerja maka itu akan menjadi sangat sulit," ujar Rossi.

Selain itu, kata Rossi, mereka juga harus tetap berkonsentrasi pada motor pembalap yang berada di depan. "Karena terkadang pembalap suka melakukan pengereman mendadak dan itu bisa berbahaya. Pada akhirnya, Michelin jauh lebih baik ketimbang Bridgestone," ujarnya.
(David Permana)