Sukses

ASEAN Golf Charity Sumbang Rp800 juta untuk Korban Bencana

Liputan6.com, Tangerang - Turnamen golf bertajuk ASEAN Charity usai digelar di Damai Indah Golf, Tangerang, Minggu (16/10/2016). Dari turnamen ini terkumpul dana sekitar Rp800 juta untuk disumbangkan kepada korban bencana longsor di Garut, Jawa Barat.

"Uang itu nanti akan digunakan untuk membantu para korban bencana di Garut. Bukan bantuan emergency-nya tapi rehabilitasi," ujar A.K.P Mochtan selaku Deputi Sekretaris Jenderal Departemen Komunikasi ASEAN di lokasi turnamen.

Acara golf ini merupakan yang kedua kali digelar setelah acara serupa tahun 2015. Pada tahun pertama, turnamen golf ini berhasil meraup dana sumbangan Rp500 juta.

Mochtan menuturkan, turnamen ini diadakan sebagai bagian dari peluncuran ASEAN Community, yang mulai dicanangkan tahun lalu. "Kenapa kemudian ada charity (amal) karena kita ingin memasyarakatkan ASEAN," terang Mochtan.

Pada tahun ini, ada 132 peserta yang berasal dari Sekretariat ASEAN di Jakarta, duta besar non ASEAN, dan pihak swasta. "Ada duta besar yang tergabung di JAGA, Jakarta Ambassador Golf Association dan beberapa pihak swasta yang jadi sponsor," kata Mochtan.

Mochtan mengatakan, inti dari turnamen ini sebetulnya adalah menjalin silaturahim. Namun begitu, tetap ada hadiah yang diberikan kepada para peserta yang terbaik. "Sebagai apresiasi dari yang terbaik ada trofi bergilir, nanti piala dikembalikan," paparnya.

Dalam turnamen ini, Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrachman Mochammad Fachir, keluar sebagai pemenang. Ia pun berhak atas trofi bergilir ASEAN Cup.

 Wakil Menteri Luar Negeri, A M Fachir (tengah) menerima piala bergilir yang diserahkan oleh   Secretary-General of ASEAN H.E. Le Luong Minh (kanan)  pada acara Asean Charity Golf Tournament yang ke 2  Minggu (16/10/2016) (Liputan6.com /Herman Zakharia)

Ini yang kedua dan mengikuti keberhasilan yang pertama tahun lalu, tahun ini jauh lebih meriah dan juga lebih banyak yang kita dapatkan. Sebagian besar kita berikan kepada garut. nanti akan kita lihat apakah sekolah, puskesmas, dan fasilitas publik.

"Game itu selalu ada kalah dan menang. Senang lah kita mendapatkan apresiasi," ujar Fachir.

"Ini adalah yang kedua dan dibanding tahun lalu tahun ini lebih meriah. Maka dari itu, kita akan lanjutkan lagi tahun depan," kata Fachir mengakhiri.