Grant tak Mau jadi Pengecut

Portsmouth
ME Gunawan
08/02/2010 10:40 | Portsmouth
Grant tak Mau jadi Pengecut
Portsmouth's Israeli manager Avram Grant before the English Premier League football match between West Ham United and Portsmouth at the Boleyn Ground, Upton Park in East London, England, on December 26, 2009. AFP PHOTO/Glyn Kirk
Avram Grant (© AFP 2010)

Liputan6.com, Portsmouth: Bobrok lahir dan batin. Itulah perumpamaan yang kiranya cocok untuk menggambarkan kondisi yang tengah terjadi di Portsmouth. Kekalahan menyedihkan lima gol tanpa balas dari Manchester United di Old Trafford, Sabtu (6/2) kian membenamkan posisi Pompey di dasar klasemen.

Tidak hanya itu, krisis finansial terus membelit klub yang bermarkas di Fratton Park tersebut. Telatnya pembayaran gaji pemain dan utang transfer membuat Portsmouth terancam diputus bangkrut oleh Pengadilan Tinggi pada Rabu (10/2) lusa. Pengambilalihan saham klub oleh pengusaha Hong Kong, Balram Chainrai ternyata hanya bersifat jangka pendek. Alhasil, dalam waktu dekat, proses takeover di Pompey masih terus berlanjut.

Meski kondisi klub kian terpuruk, baik di luar maupun di dalam lapangan, manajer tim Avram Grant bertekad tidak akan bersikap pengecut alias lari dari tanggung jawab. “Mungkin, inilah tantangan terbesar. Sebab, saya tidak hanya berurusan dengan soal sepakbola. Di Chelsea, kami mampu mengatasi tantangan yang demikian besar dan membuat orang terkejut. Namun, di sini, tantangannya berbeda. Kami tidak hanya dituntut memenangkan pertandingan, tapi juga membuat klub ini tetap eksis,” tegas Grant.

Di bursa transfer musim dingin Januari lalu, Grant dikabarkan siap menanggalkan jabatannya. Pasalnya, di luar sepengetahuannya, demi mencari dana, manajemen menjual defender Younes Kaboul ke Tottenham Hotspur dan kiper muda Asmir Begovic ke Stoke City. Grant berdalih, ia bakal tetap tinggal sebagai wujud balas budi kepada para pemain dan pendukung klub.

“Memang, saya mempunyai pilihan. Karena janji tidak dilunasi, saya bisa saja pergi. Tapi, saya putuskan tetap tinggal dan berusaha mati-matian menyelamatkan klub dari jurang degradasi. Saya sadar, solusinya tidak mudah. Namun, saya tidak bisa berpikir untuk diri saya sendiri. Para pemain telah berjuang habis-habisan. Pun begitu pula dengan suporter klub yang terus mendukung kami. Jadi, bagaimana mungkin saya meninggalkan mereka. Saya akan memakai segala cara untuk menyelamatkan Portsmouth,” tandas Grant.(MEG/Mirror)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 
Wawancara
RD: Target Saya Medali Emas
SEA Games 2011

RD: Target Saya Medali Emas  

Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola

Manchester United vs Liverpool

Duel sengit dan panas bakal tersaji di Old Trafford, Sabtu, 11 Februari 2012. Manchester United kembali kedatangan musuh bebuyutannya Liverpool.
MU menang
Imbang
Liverpool menang