Sukses

Rossi Bingung dengan Penyebab Kecelakaan di MotoGP Jepang

Liputan6.com, Tokyo - Valentino Rossi gagal menyelesaikan balapan MotoGP Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi, Minggu (16/10/2016) kemarin. Memulai balapan dari start terdepan, pembalap Movistar Yamaha itu terjadi terjatuh di tikungan ke-10 lap ketujuh. Meski sempat mengendarai kembali motornya, Rossi memilih balik ke paddock.

Akibat gagal menyelesaikan balapan, Rossi memberi jalan mulus bagi Marc Marquez untuk merebut podium juara. Selain itu, Marquez juga memastikan gelar juara dunia MotoGP 2016 jatuh ke tangannya.

Rossi mengaku hingga kini tidak yakin dengan apa yang menyebabkan kecelakaan. Menurutnya, dia tidak terlalu cepat atau lambat saat memasuki tikungan.

"Saya tidak merasa apa-apa. Biasanya ketika Anda kecelakaan, Anda merasakan sesuatu sebelumnya. Tapi, bagi saya itu adalah kejutan besar," kata Rossi seperti dilansir Motor Sport, Senin (17/10/2016).

"Saya tancap gas karena saya sedang berusaha mengejar Marc. Pada kenyataannya, saya tidak melakukan hal gila, dan saya kehilangan cengkraman dan kejadian ini sangat mirip dengan lap sebelumnya."

"Yang pasti, saya tancap gas, saya tidak ingin dia menjauh, tapi saya tiba di sana dan saya tidak melebar, saya tidak terlalu cepat," ucap Rossi lagi.

1 dari 2 halaman

Beda dengan Kecelakaan di Austin

Rossi menilai kecelakaan yang terjadi di Motegi sangat berbeda dengann di Austrin. "Di Austin saya masuk (lap kedua) terlalu dalam dan saya memiliki benjolan. Tapi di Austin, saya merasakan saat sebelumnya, saya berkata 'f ** k!'. Di sini, ketika saya mengatakan 'f ** k', saya sudah berada di kerikil, "candanya.

"Itu memalukan, karena kami kuat. Saya pikir, pada kenyataannya, itu akan sulit untuk mengalahkan Marc. tetapi saya bisa membalao bersamanya, saya bisa berjuang dengan dia."

Ditanya bagaimana perasaannya setelah balapan di Motegi, Rossi mengatakan: "Yah, waktu berlalu (sejak kecelakaan) - kami memiliki pertemuan yang panjang, kami mencoba untuk berkonsentrasi, bekerja dengan baik pada musim depan. Tapi, kami memiliki tiga balapan, tiga balapan besar yang saya suka, dan kita harus berjuang untuk tempat kedua dengan (rekan setim Jorge] Lorenzo."