Sukses

Kurniawan Berharap Kongres PSSI Berlangsung Fair Play

Liputan6.com, Jakarta - Kurniawan Dwi Yulianto menyatakan tidak masalah dengan mundurnya jadwal Kongres Pemilihan ketua Umum PSSI periode 2016-2010. Seharusnya, kongres digelar pada 17 Oktober 2016. Tapi, FIFA kemudian menyetujui diundurnya jadwal kongres hingga 10 November mendatang. Begitu juga dengan lokasi kongres dari Makassar ke Jakarta.

"Secara pribadi tidak ada pengaruhnya bagi saya karena saya tidak punya kepentingan apa-apa selain sepak bola," kata salah satu kandidat ketua umum PSSI itu di Jakarta, baru-baru ini, seperti dinukil dari Antara.

Menurut Kurniawan, ada hal yang lebih penting selain jadwal kongres, yaitu bagaimana PSSI bisa menetapkan pengurus baru yang benar-benar mencurahkan perhatian dan tenaganya untuk sepak bola dalam negeri. Karena itu, mantan pemain Timnas Indonesia itu meminta semua pihak untuk mengikuti nilai-nilai fair play pertandingan sepak bola selama kongres.

"Orang-orang yang mengurusi sepak bola harus mengerti fair play. Untuk para pemilih kepengurusan baru, gunakanlah hati nurani," tutur pencetak gol terbanyak kedua di tim nasional setelah Bambang Pamungkas itu.

Pengurus sebuah federasi sepak bola, lanjutnya, harus lepas dari segala kepentingan dan membangun prestasi tanpa rekayasa. Ia meyakini tak ada pencapaian yang dihasilkan dari usaha instan. Semuanya butuh tahapan yang harus dilalui sesuai dengan prosedur.

"Talenta sepak bola kita banyak. Sepak bola nasional tidak akan berprestasi kalau tidak mau membina dari awal. Jangan mau buahnya saja, menanamnya tidak mau," ujar Kurniawan, yang selama berkarier sempat berkiprah di Italia, Swiss, dan Malaysia.