Sukses

3 Laga Persija Vs Arema yang Paling Dikenang

Liputan6.com, Malang - Persija Jakarta bakal meladeni perlawanan Arema Cronus di Stadion Gajayana, Malang, Selasa (18/10/2016) dalam lanjutan pekan ke-24 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo. Ada beberapa laga yang terkenang bagi kedua kesebelasan.

Pertandingan antara dua klub sarat sejarah panjang di Indonesia ini selalu menyedot animo masyarakat. Bahkan, beberapa kali sempat memecahkan rekor penonton, baik ketika digelar di Malang maupun Jakarta.

Baik Persija atau Arema memang selama ini dibilang sahabat dekat. Bahkan, masing-masing suporter kedua kesebelasan, yakni The Jakmania dan Aremania punya hubungan yang harmonis.

Kedua tim tentu berusaha untuk meraih poin penuh tiap kali bertemu. Namun, persaingan tersebut hanya berada di lapangan saja alias 90 menit. Untuk itu, Liputan6.com mencoba merangkum tiga laga yang paling dikenang dari Persija versus Arema.



Liga Indonesia 2005

Duel Persija versus Arema pada Liga Indonesia 2005, 13 Juli 2005 mungkin bakal selalu dikenang oleh Aremania, terutama yang hadir di Stadion Kanjuruhan kala itu. Bukan perkara kemenangan 1-0 Arema, melainkan tragedi yang mewarnai laga tersebut.

Pagar pembatas di tribun timur roboh oleh sesaknya Aremania yang ditaksir mencapai 80 ribu orang. Tragedi ini menelan satu korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka lantaran terjatuh ke dalam parit setinggi dua meter.

Miris, karena peristiwa ini terjadi setahun setelah Stadion Kanjuruhan diresmikan sebagai kandang baru Arema. Bahkan tragedi ini turut memancing reaksi AFC yang langsung menegur PSSI.



ISL 2009-2010

Masih ingat betul kala SUGBK berawarna oranye-biru. Ya, laga ini seperti menguatkan hubungan antara Jakmania dan Aremania.

Kemenangan tipis atas 'sang sahabat dekat', Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan membuka perjalanan Arema di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Gol semata wayang M Fakhruddin kala itu (11/10/2009) sudah cukup membuat Aremania berpesta.

Bahkan, Jakmania juga turut merayakan keberhasilan Arema itu. Tentu sampai saat ini laga tersebut masih diingat oleh Kedua kesebelasan.



ISL 2015

Pertandingan Arema Cronus melawan Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (4/4/2015) malam, berakhir imbang kala itu. Namun, yang paling dikenang adalah kesengitan laga yang berakhir imbang 4-4.

Laga yang dahulu bernama QNB League ini dimulai oleh sundulan Cristian Gonzales di menit ke-10, yang membuat Arema memimpin 1-0.

Namun Persija justru bisa membalikkan keadaan lewat dua gol Bambang Pamungkas. Kemudian dibalas lagi oleh Samsul Arif. Bahkan, Arema kembali unggul menjadi 3-2 melalui gol Fabiano Beltrame.

Publik Kanjuruhan dibuat terbungkam setelah Persija berturut-turut mencetak dua gol lagi. Setelah Bambang mencetak hat-trick di menit 75, tujuh menit kemudian Nwokolo membuat tim tamu untuk kedua kalinya memimpin.

Puncak drama adalah ketika terjadi insiden handsball di kotak Persija di menit keempat injury time. Fabiano berhasil mengeksekusi tendangan penalti tersebut, sekaligus menyelamatkan Arema dari kekalahan. Skor terhenti di angka 4-4.

(Penulis: I. Eka Setiawan)