Sukses

Bali United Kontra MU: Adu Kreatif Sukadana dan Erick Weeks

Liputan6.com, Jakarta Bali United menjamu Madura United pada lanjutan pekan ke-24 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (18/10/2016). Laga ini juga akan mempertunjukkan adu kreatif dua gelandang hebat, I Gede Sukadana melawan Erick Weeks Lewis.

Sukadana adalah tipe gelandang bertahan yang memiliki tugas ganda yakni bertahan dan juga membangun serangan. Tak jarang melihat Sukadana sering berdiri dibelakang garis tengah lapangan saat bermain.

Gelandang bertahan memang berbeda dengan gelandang serang. Seorang gelandang bertahan lebih diutamakan memiliki fisik kuat karena bertugas menjadi orang pertama yang memutus serangan lawan.
 
Namun, sebagai gelandang bertahan, Sukadana ternyata memiliki kelebihan yakni kecerdasan membaca pertandingan. Mantan gelandang Arema ini pintar mengatur tempo dan juga memiliki umpan-umpan pendek mendatar yang sangat baik.

Statistik yang dilansir Labbola menunjukkan akurasi operan Sukadana mencapai 92 persen. Dia juga telah menciptakan satu assist bagi Bali United.

1 dari 2 halaman

Cedera Parah

Sayang, pemain asli Bali ini sempat mengalami cedera parah yang membuatnya harus absen cukup panjang. Di TSC 2016, Sukadana sendiri baru bermain sebanyak sembilan pertandingan. Tapi absennya Fadil Sausu pada laga nanti membuat Sukadana mau tidak mau akan menjadi poros penyerangan Bali United.
 
Di lain sisi, Madura United juga memiliki gelandang kreatif dalam diri Erick Weeks Lewis. Berbeda dengan Sukadana, Erick Weeks memiliki insting menyerang yang lebih baik.

Hal itu dibuktikan setelah tiga gol sukses diciptakan gelandang asal Liberia ini dalam 16 pertandingan. Selain itu, Erick juga memiliki skill individu yang apik. Jadi tak jarang melihat pemain berambut gimbal ini bisa dengan mudah melewati barisan pertahanan lawan.

Meski cukup tajam dalam mencetak gol, Erick tetap tak melupakan tugas utamanya sebagai playmaker. Dia sejauh ini telah membuat tiga assist bagi Sapee Kerrab. Akurasi operannya juga sangat baik setelah berada di angka 74 persen. (Yosef Deny Pamungkas)