Taipan India Incar Liverpool
Liverpool Dimas Ramadani09/02/2010 09:20 | Liverpool
Stadion Anfield tampak depan dengan gerbang Bob Paisley-nya (Paisley Gateway).
Anfield Stadium (wikimedia)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Liverpool: Orang terkaya ketujuh di dunia berusaha mengakuisi Liverpool menyusul tenggat waku yang kian mendekati co-owner Tom Hicks dan George Gillett Jr. Mukesh Ambani, orang terkaya di India, merupakan salah satu dari dua taipan “kelas kakap” di negara tersebut yang hendak membeli saham mayoritas di Anfield.
Ambani merupakan pemilik Reliances Indiustries, perusahaan terbesar di India yang bergerak di sektor petrokimia, menyiapkan dana tak kurang dari 237 juta pound (sekitar Rp 3,5 triliun) untuk mendapatkan 51 persen saham mayoritas di Liverpool. Dengan nilai yang sama, pengusaha lainnya yakni Subrata Roy, pemilik Sahara Group (perusahaan multi-bisnis), mengajukan tawaran.
Chief Executive Liverpool, Christian Purslow boleh menampik, namun investigasi yang dipaparkan media massa di Inggris menyebutkan, pembicaraan tahap awal sudah dilakukan sedari November silam. Demi memikat fans, salah satu dari keduanya bahkan bersedia melepas 10 persen sahamnya ke publik Anfield.
Hicks dan Gillett sejatinya tidak ingin kehilangan saham lebih dari 50 persen yang artinya kehilangan kontrol terhadap kebijakan klub. Akan tetapi, desakan dari pihak bank—Royal Bank of Scotland (RBS)—mendesak kedua pebisnis olahraga asal Amerika Serikat itu untuk tidak terlalu banyak menimbang-nimbang. RBS sedikitnya meminta mereka membayar tunggakan sebesar 100 juta pound (Rp 1,4 triliun).
Kekayaan Ambani, 52 tahun, terbilang wah. Pria kelahiran Aden, Yaman, tersebut ditaksir memiliki aset 12,5 miliar pound (Rp 182,5 triliun). Jumlah kekayaannya lebih besar dari akumulasi milik Roman Abramovich, sang pemilik Chelsea, dan Sheikh Mansour, owner Manchester City.
Dunia olahraga menjadi sasaran minat tersendiri bagi Ambani. Pada 2008, sang taipan membeli Mumbai Indians, salah satu dari delapan klub kriket Liga Premier India (IPL). Untuk membeli hak franchise dari Mumbai Indians, Ambani mengeluarkan sekitar 70 juta pound (lebih dari Rp 1 triliun). Sebagai catatan, Hicks dan Gillett bergandeng tangan mengeluarkan hampir 300 juta pound tiga tahun lalu untuk mengakuisisi Liverpool, termasuk 70 juta pound anggaran pembangunan stadion baru yang belum juga direalisasikan.(DIM/The Times)
Ambani merupakan pemilik Reliances Indiustries, perusahaan terbesar di India yang bergerak di sektor petrokimia, menyiapkan dana tak kurang dari 237 juta pound (sekitar Rp 3,5 triliun) untuk mendapatkan 51 persen saham mayoritas di Liverpool. Dengan nilai yang sama, pengusaha lainnya yakni Subrata Roy, pemilik Sahara Group (perusahaan multi-bisnis), mengajukan tawaran.
Chief Executive Liverpool, Christian Purslow boleh menampik, namun investigasi yang dipaparkan media massa di Inggris menyebutkan, pembicaraan tahap awal sudah dilakukan sedari November silam. Demi memikat fans, salah satu dari keduanya bahkan bersedia melepas 10 persen sahamnya ke publik Anfield.
Hicks dan Gillett sejatinya tidak ingin kehilangan saham lebih dari 50 persen yang artinya kehilangan kontrol terhadap kebijakan klub. Akan tetapi, desakan dari pihak bank—Royal Bank of Scotland (RBS)—mendesak kedua pebisnis olahraga asal Amerika Serikat itu untuk tidak terlalu banyak menimbang-nimbang. RBS sedikitnya meminta mereka membayar tunggakan sebesar 100 juta pound (Rp 1,4 triliun).
Kekayaan Ambani, 52 tahun, terbilang wah. Pria kelahiran Aden, Yaman, tersebut ditaksir memiliki aset 12,5 miliar pound (Rp 182,5 triliun). Jumlah kekayaannya lebih besar dari akumulasi milik Roman Abramovich, sang pemilik Chelsea, dan Sheikh Mansour, owner Manchester City.
Dunia olahraga menjadi sasaran minat tersendiri bagi Ambani. Pada 2008, sang taipan membeli Mumbai Indians, salah satu dari delapan klub kriket Liga Premier India (IPL). Untuk membeli hak franchise dari Mumbai Indians, Ambani mengeluarkan sekitar 70 juta pound (lebih dari Rp 1 triliun). Sebagai catatan, Hicks dan Gillett bergandeng tangan mengeluarkan hampir 300 juta pound tiga tahun lalu untuk mengakuisisi Liverpool, termasuk 70 juta pound anggaran pembangunan stadion baru yang belum juga direalisasikan.(DIM/The Times)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
