Zola Picu Konflik
West Ham United ME Gunawan10/02/2010 08:10 | West Ham United
Ekspresi manajer West Ham United, Gianfranco Zola sebelum laga lanjutan lawan Blackburn Rovers di Boleyn Ground, Upton Park, 30 Januari 2010. AFP PHOTO / Glyn Kirk
Gianfranco Zola (© AFP 2010)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Sejak musim lalu West Ham United kerap dikabarkan mengalami kesulitan finansial. Wacana itu mulai menemukan kebenaran setelah masuknya David Sullivan dan David Gold ke dalam daftar pemegang saham klub. Sullivan dan Gold mengakuisisi 50 persen saham klub yang sebelumnya dimiliki CB Holdings. Keduanya mengambil alih jalannya operasional klub sejak 19 Januari lalu.
Menurut Sullivan, pengusaha kelahiran Wales berusia 61 tahun, kondisi keuangan The Hammers benar-benar bobrok dimana jumlah utang klub mencapai 110 juta pound atau sekitar Rp 1,7 triliun. Guna menyiasati krisis tersebut, Sullivan melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satu di antaranya adalah dengan memotong gaji para pemain, staf tim dan manajemen klub sampai 25 persen (Baca: The Hammers Potong Gaji).
Pernyataan Sullivan yang disampaikan dengan terbuka itu mendapat kritikan keras dari manajer tim, Gianfranco Zola. Menurut mantan ikon Chelsea tersebut, statement Sullivan tidak tepat waktu. Pasalnya, hal itu dikeluarkan menjelang laga antara West Ham versus Birmingham City di St Andrews, Rabu (10/2) malam nanti.
“Itu (pernyataan Sullivan) seyogyanya dikeluarkan lain waktu, tidak seperti saat ini menjelang pertandingan di esok hari (Rabu). Lagipula, saya pikir, sebelum dilansir ke muka publik, pernyataan seperti itu lebih baik dibicarakan terlebih dahulu dengan kami. Itu yang saya rasakan,” tegas Zola.
Keinginan Sullivan itu tentunya bakal membuat pundi-pundi penghasilan Zola mengempis. Akan tetapi, Zola yang ditaksir mendapat bayaran sebesar 1,9 juta pound (sekitar Rp 28 miliar) per tahun, mengaku tidak terlalu mempedulikan soal fulus dan belum bertemu dengan Sullivan terkait isu pemotongan gaji.
“Saya datang ke sini bukan untuk mencari duit. Ketika saya meneken kontrak tahun lalu, saya bahkan tidak tahu berapa besar gaji yang bakal saya terima. Saya mempunyai rencana dan proyek di Upton Park. Itulah yang sekarang saya sedang lakukan. Saya tidak tahu soal gaji sampai pihak klub yang memanggil saya untuk membicarakannya. Jadi, sekali lagi, ini bukan soal duit. Saya selalu enjoy bekerja bersama klub. Soal duit, itu belakangan,” tegas Zola.
Kekalahan 1-2 saat mengunjungi Turf Moor, markasnya Burnley, Sabtu (6/2) membuat posisi The Hammers kembali masuk kotak alias zona degradasi. Meski demikian, Zola tetap optimistis dan menjamin anak-anak asuhannya bakal berjuang sampai titik darah penghabisan. “Para pemain sangat komit dengan apa yang telah dilakukan. Mereka tetap percaya dan tedeterminasi. Kekalahan dari Burnley memang tidak kami perkirakan sebelumnya. Pukulan besar bagi kami. Tapi, semangat juang kami tetap membara. Kami tidak akan menyerah!” tandas Zola.(MEG/Guardian).
Menurut Sullivan, pengusaha kelahiran Wales berusia 61 tahun, kondisi keuangan The Hammers benar-benar bobrok dimana jumlah utang klub mencapai 110 juta pound atau sekitar Rp 1,7 triliun. Guna menyiasati krisis tersebut, Sullivan melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satu di antaranya adalah dengan memotong gaji para pemain, staf tim dan manajemen klub sampai 25 persen (Baca: The Hammers Potong Gaji).
Pernyataan Sullivan yang disampaikan dengan terbuka itu mendapat kritikan keras dari manajer tim, Gianfranco Zola. Menurut mantan ikon Chelsea tersebut, statement Sullivan tidak tepat waktu. Pasalnya, hal itu dikeluarkan menjelang laga antara West Ham versus Birmingham City di St Andrews, Rabu (10/2) malam nanti.
“Itu (pernyataan Sullivan) seyogyanya dikeluarkan lain waktu, tidak seperti saat ini menjelang pertandingan di esok hari (Rabu). Lagipula, saya pikir, sebelum dilansir ke muka publik, pernyataan seperti itu lebih baik dibicarakan terlebih dahulu dengan kami. Itu yang saya rasakan,” tegas Zola.
Keinginan Sullivan itu tentunya bakal membuat pundi-pundi penghasilan Zola mengempis. Akan tetapi, Zola yang ditaksir mendapat bayaran sebesar 1,9 juta pound (sekitar Rp 28 miliar) per tahun, mengaku tidak terlalu mempedulikan soal fulus dan belum bertemu dengan Sullivan terkait isu pemotongan gaji.
“Saya datang ke sini bukan untuk mencari duit. Ketika saya meneken kontrak tahun lalu, saya bahkan tidak tahu berapa besar gaji yang bakal saya terima. Saya mempunyai rencana dan proyek di Upton Park. Itulah yang sekarang saya sedang lakukan. Saya tidak tahu soal gaji sampai pihak klub yang memanggil saya untuk membicarakannya. Jadi, sekali lagi, ini bukan soal duit. Saya selalu enjoy bekerja bersama klub. Soal duit, itu belakangan,” tegas Zola.
Kekalahan 1-2 saat mengunjungi Turf Moor, markasnya Burnley, Sabtu (6/2) membuat posisi The Hammers kembali masuk kotak alias zona degradasi. Meski demikian, Zola tetap optimistis dan menjamin anak-anak asuhannya bakal berjuang sampai titik darah penghabisan. “Para pemain sangat komit dengan apa yang telah dilakukan. Mereka tetap percaya dan tedeterminasi. Kekalahan dari Burnley memang tidak kami perkirakan sebelumnya. Pukulan besar bagi kami. Tapi, semangat juang kami tetap membara. Kami tidak akan menyerah!” tandas Zola.(MEG/Guardian).
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
