Teror Menanti Terry
Jelang Everton vs Chelsea ME Gunawan10/02/2010 12:33 | Jelang Everton vs Chelsea
Bek sekaligus kapten Chelsea, John Terry dalam sesi latihan di Stamford Bridge, London, pada 25 Agustus 2009. AFP PHOTO/Chris Ratcliffe
John Terry (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Liverpool: Lanjutan kompetisi Liga Premier di pekan ke-25 yang berlangsung serentak Rabu (10/2) malam nanti akan menyuguhkan sedikitnya tiga pertandingan menarik. Selain big-match Arsenal versus Liverpool di Emirates Stadium dan Aston Villa menjamu Manchester United di Villa Park, laga antara Everton menghadapi Chelsea di Goodison Park, tak bisa dilewatkan begitu saja. Hasil dua partai terakhir sangat mempengaruhi persaingan yang terjadi di papan atas klasemen.
Menjelang kedatangan skuad asuhan Carlo Ancelotti, manajer The Toffees—julukan Everton—David Moyes mewanti-wanti kapten Chelsea, John Terry untuk bersiap diri menghadapi teror yang akan dilakukan Everton, baik di dalam maupun di luar lapangan. Moyes yakin, isu perselingkuhan yang dilakukan Terry bakal membuatnya menjadi sasaran teror, cemoohan dan cibiran, dari sekitar 40 ribu publik Goodison Park.
“Saya kira adalah normal dalam satu pertandingan, para pendukung satu klub akan berusaha meneror pemain lawan. Itu kerap terjadi. Tapi, siapa yang bakal tahu dengan apa yang akan terjadi. Mungkin, Chelsea tidak akan menurunkannya (Terry),” ujar Moyes mencoba memulai perang urat-syaraf dengan tim tamu.
Selain itu, di mata Moyes, Terry bakal mendapat ‘teror’ lainnya dari bomber andalan Everton, Louis Saha. Moyes menilai jika di sepanjang musim ini, Saha telah kembali ke dalam bentuk performa terbaiknya. Dari 21 partai yang telah dilaluinya, mantan striker MU berusia 31 tahun itu telah mencetak 11 gol.
“Louis (Saha) adalah pemain yang benar-benar berkualitas. Jika ia sedang top-form, saya yakin banyak bek tengah yang akan menyatakan jika ia (Saha) merupakan striker yang sulit untuk dimatikan,” puji Moyes. “Saya pun cukup yakin jika sejumlah manajer premiership akan mengakui jika Louis merupakan salah satu penyerang top di Liga Premier,” imbuhnya.
Ketika kedua tim bertemu di Stamford Bridge, 12 Desember 2009, Saha tampil cemerlang dalam laga yang berakhir imbang dengan skor 3-3. Moyes berharap kontrak anyar dua tahun yang baru saja disetujui Saha bakal membuatnya terpacu untuk memberikan kontribusi yang lebih baik bagi Everton.
“Louis (Saha) merupakan sosok pemain berkualitas. Setelah lepas dari jerat cedera, saya yakin ia mampu tampil lebih baik lagi. Jika para penyerang kami tampil lepas, saya yakin kami dapat membuat Chelsea kerepotan. Kami pernah melakukannya (di Stamford Bridge). Kini, kami membutuhkan performa yang serupa,” tandas Moyes.
Menjelang laga tersebut, Moyes tidak dapat menurunkan skuad terbaiknya. Gelandang Afrika Selatan, Steven Pienaar mendapat hukuman akumulasi kartu. Sementara, si kribo Marouane Fellaini mengalami cedera di engkelnya saat derby Merseyside melawan Liverpool di Anfield Stadium, Sabtu (6/2) lalu.
Moyes belum berani berspekulasi apakah Fellaini dapat diturunkan malam nanti. “Saya tidak mau berspekulasi. Saya cukup terkejut ketika melihat kondisi engkelnya. Akan tetapi, saya tidak tahu apakah ia bakal absen dari skuad selama tiga hari atau lebih lama dari itu,” pungkas Moyes. (MEG/Mirror).
Menjelang kedatangan skuad asuhan Carlo Ancelotti, manajer The Toffees—julukan Everton—David Moyes mewanti-wanti kapten Chelsea, John Terry untuk bersiap diri menghadapi teror yang akan dilakukan Everton, baik di dalam maupun di luar lapangan. Moyes yakin, isu perselingkuhan yang dilakukan Terry bakal membuatnya menjadi sasaran teror, cemoohan dan cibiran, dari sekitar 40 ribu publik Goodison Park.
“Saya kira adalah normal dalam satu pertandingan, para pendukung satu klub akan berusaha meneror pemain lawan. Itu kerap terjadi. Tapi, siapa yang bakal tahu dengan apa yang akan terjadi. Mungkin, Chelsea tidak akan menurunkannya (Terry),” ujar Moyes mencoba memulai perang urat-syaraf dengan tim tamu.
Selain itu, di mata Moyes, Terry bakal mendapat ‘teror’ lainnya dari bomber andalan Everton, Louis Saha. Moyes menilai jika di sepanjang musim ini, Saha telah kembali ke dalam bentuk performa terbaiknya. Dari 21 partai yang telah dilaluinya, mantan striker MU berusia 31 tahun itu telah mencetak 11 gol.
“Louis (Saha) adalah pemain yang benar-benar berkualitas. Jika ia sedang top-form, saya yakin banyak bek tengah yang akan menyatakan jika ia (Saha) merupakan striker yang sulit untuk dimatikan,” puji Moyes. “Saya pun cukup yakin jika sejumlah manajer premiership akan mengakui jika Louis merupakan salah satu penyerang top di Liga Premier,” imbuhnya.
Ketika kedua tim bertemu di Stamford Bridge, 12 Desember 2009, Saha tampil cemerlang dalam laga yang berakhir imbang dengan skor 3-3. Moyes berharap kontrak anyar dua tahun yang baru saja disetujui Saha bakal membuatnya terpacu untuk memberikan kontribusi yang lebih baik bagi Everton.
“Louis (Saha) merupakan sosok pemain berkualitas. Setelah lepas dari jerat cedera, saya yakin ia mampu tampil lebih baik lagi. Jika para penyerang kami tampil lepas, saya yakin kami dapat membuat Chelsea kerepotan. Kami pernah melakukannya (di Stamford Bridge). Kini, kami membutuhkan performa yang serupa,” tandas Moyes.
Menjelang laga tersebut, Moyes tidak dapat menurunkan skuad terbaiknya. Gelandang Afrika Selatan, Steven Pienaar mendapat hukuman akumulasi kartu. Sementara, si kribo Marouane Fellaini mengalami cedera di engkelnya saat derby Merseyside melawan Liverpool di Anfield Stadium, Sabtu (6/2) lalu.
Moyes belum berani berspekulasi apakah Fellaini dapat diturunkan malam nanti. “Saya tidak mau berspekulasi. Saya cukup terkejut ketika melihat kondisi engkelnya. Akan tetapi, saya tidak tahu apakah ia bakal absen dari skuad selama tiga hari atau lebih lama dari itu,” pungkas Moyes. (MEG/Mirror).
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
