Posisi Zola Aman Sampai Akhir Musim
West Ham United ME Gunawan10/02/2010 15:37 | West Ham United
Ekspresi manajer West Ham United, Gianfranco Zola di sela-sela laga EPL melawan Burnley di Upton Park, 28 November 2009. AFP PHOTO/Olly Greenwood
Gianfranco Zola (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: West Ham United dililit krisis multidimensi. Di lapangan, kinerja anak-anak asuhan Gianfranco Zola belum menunjukkan performa yang menggembirakan. Sampai dengan berakhirnya pekan ke-25, The Hammers yang baru menyelesaikan 24 pertandingan masih berdiam di zona merah alias degradasi, menempati peringkat ke-18 dan terpaut satu angka dari zona aman.
Di luar lapangan, gara-gara “jawaban” Zola menyikapi pernyataan owner klub, David Sullivan, terkait proyeksi pemotongan gaji pemain, staf tim dan manajemen klub sampai 25 persen di akhir musim, membuat masa depan manajer asal Italia berusia 43 tahun itu di Upton Park—yang sejatinya baru akan berakhir pada Juni 2013—mulai diragukan (Baca: Zola Picu Konflik).
Namun, boleh dipastikan jika posisi Zola setidaknya tetap aman sampai akhir musim ini. Pasalnya, dalam proses takeover klub dari tangan Bank Straumur yang mengendalikan CB Holdings ke Sullivan dan David Gold pada 19 Januari lalu terdapat “kesepakatan para pemilik saham” bahwasanya tidak akan terjadi pergantian pucuk pimpinan kepelatihan tim sampai Juni mendatang.
Menyikapi pernyataan Sullivan, Zola diklaim sangat kecewa dan menimbang kembali posisinya. Meski demikian, jelang laga lawan Birmingham City di St Andrews nanti malam, Zola mengaku dirinya “terlalu terikat dengan para pemain” untuk meletakkan jabatannya. “Saya tidak suka meninggalkan tim dengan situasi dan kondisi yang menggantung. Akan tetapi, saya adalah sosok yang sangat teguh memegang prinsip dan tidak akan membiarkan siapapun untuk mengabaikan prinsip tersebut,” tegas Zola.
Sejatinya, sejak mengambil alih kepemilikan klub, Sullivan kerap bersikap mendukung kiprah Zola. Akan tetapi, besar kemungkinan jika kini Zola merasa disepelekan dan karenanya menimbang untuk meninggalkan Upton Park. Boleh jadi, itu akan terjadi di akhir musim.
Kesepakatan untuk “membiarkan” posisi Zola tetap aman dari gangguan pemecatan tersebut diyakini merupakan gagasan dari mantan Chairman Klub, Andrew Bernhardt. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya menjaga stabilitas klub dan yang lebih penting guna memastikan jika Straumur, yang masih memegang 50 persen saham, tidak menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kompensasi Zola dan asistennya, Steve Clarke.
Dalam kontrak baru selama tiga tahun yang diteken pada April 2009, Zola mendapat gaji sebesar 1,9 juta pound per tahun. Clarke menerima 900 ribu pound. Andaikata Zola memutuskan lengser dari jabatannya, maka Straumur terlepas dari kewajiban memberikan kompensasi alias ganti rugi.(MEG/Telegraph)
Di luar lapangan, gara-gara “jawaban” Zola menyikapi pernyataan owner klub, David Sullivan, terkait proyeksi pemotongan gaji pemain, staf tim dan manajemen klub sampai 25 persen di akhir musim, membuat masa depan manajer asal Italia berusia 43 tahun itu di Upton Park—yang sejatinya baru akan berakhir pada Juni 2013—mulai diragukan (Baca: Zola Picu Konflik).
Namun, boleh dipastikan jika posisi Zola setidaknya tetap aman sampai akhir musim ini. Pasalnya, dalam proses takeover klub dari tangan Bank Straumur yang mengendalikan CB Holdings ke Sullivan dan David Gold pada 19 Januari lalu terdapat “kesepakatan para pemilik saham” bahwasanya tidak akan terjadi pergantian pucuk pimpinan kepelatihan tim sampai Juni mendatang.
Menyikapi pernyataan Sullivan, Zola diklaim sangat kecewa dan menimbang kembali posisinya. Meski demikian, jelang laga lawan Birmingham City di St Andrews nanti malam, Zola mengaku dirinya “terlalu terikat dengan para pemain” untuk meletakkan jabatannya. “Saya tidak suka meninggalkan tim dengan situasi dan kondisi yang menggantung. Akan tetapi, saya adalah sosok yang sangat teguh memegang prinsip dan tidak akan membiarkan siapapun untuk mengabaikan prinsip tersebut,” tegas Zola.
Sejatinya, sejak mengambil alih kepemilikan klub, Sullivan kerap bersikap mendukung kiprah Zola. Akan tetapi, besar kemungkinan jika kini Zola merasa disepelekan dan karenanya menimbang untuk meninggalkan Upton Park. Boleh jadi, itu akan terjadi di akhir musim.
Kesepakatan untuk “membiarkan” posisi Zola tetap aman dari gangguan pemecatan tersebut diyakini merupakan gagasan dari mantan Chairman Klub, Andrew Bernhardt. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya menjaga stabilitas klub dan yang lebih penting guna memastikan jika Straumur, yang masih memegang 50 persen saham, tidak menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kompensasi Zola dan asistennya, Steve Clarke.
Dalam kontrak baru selama tiga tahun yang diteken pada April 2009, Zola mendapat gaji sebesar 1,9 juta pound per tahun. Clarke menerima 900 ribu pound. Andaikata Zola memutuskan lengser dari jabatannya, maka Straumur terlepas dari kewajiban memberikan kompensasi alias ganti rugi.(MEG/Telegraph)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
