Henry: Partai Uji Kelayakan
Jelang Prancis vs Spanyol Dimas Ramadani03/03/2010 15:28 | Jelang Piala Dunia 2010
Kapten Prancis, Thierry Henry di sesi konferensi pers yang berlangsung di Clairefontaine, 17 November 2009, jelang leg kedua play-off PD 2010 lawan Republik Irlandia. AFP PHOTO / FRANCK FIFE
Thierry Henry (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Paris: Kapten Timnas Prancis, Thiery Henry menjadi sasaran hujatan meski membawa Les Bleus melangkah ke putaran final Piala Dunia. Aksi handball Henry berbuah gol William Gallas pada partai play-off penentu menghadapi Republik Irlandia. Bintang Barcelona itu dianggap tidak sportif dan ksatria.
Hujatan datang dari penjuru dunia, termasuk dari negerinya sendiri, walau ada juga yang memaklumi aksinya tersebut. Terlepas dari pro-kontra handball tersebut, Prancis bersiap menyongsong putaran final di Afrika Selatan. Spanyol menjadi lawan latih tanding yang dipilih.
Bagi Henry kemenangan atas Spanyol bukan merupakan langkah rekonsiliasi dengan fans Les Bleus. Menurutnya, partai di Stade de France, Saint Denis, Paris, Rabu (3/3) waktu setempat, merupakan ajang tolok ukur kekuatan dan kesiapan tim asuhan Raymond Domenech sebelum terjun di “perang” sesungguhnya.
“Saya tidak takut atau risih sama sekali,” sergahnya. “Pertandingan ini bukan langkah rekonsiliasi dengan fans Prancis. Kami ingin mengetahui kekuatan kami sendiri menghadapi salah satu tim terbaik di dunia sebelum berkompetisi di ajang sebenarnya. Kejadian itu yang pasti mengubah jalan hidupku.”
Seperti kita ketahui, Spanyol yang berangkat sebagai kampiun Eropa, dan difavoritkan juara di Afsel. Kemenangan atas Spanyol bisa menjadi modal yang sangat berharga dalam mendongkrak moral Les Bleus. Prancis tergabung di Grup A bersama tuan rumah Afsel, Meksiko dan Uruguay.(DIM/As)
Hujatan datang dari penjuru dunia, termasuk dari negerinya sendiri, walau ada juga yang memaklumi aksinya tersebut. Terlepas dari pro-kontra handball tersebut, Prancis bersiap menyongsong putaran final di Afrika Selatan. Spanyol menjadi lawan latih tanding yang dipilih.
Bagi Henry kemenangan atas Spanyol bukan merupakan langkah rekonsiliasi dengan fans Les Bleus. Menurutnya, partai di Stade de France, Saint Denis, Paris, Rabu (3/3) waktu setempat, merupakan ajang tolok ukur kekuatan dan kesiapan tim asuhan Raymond Domenech sebelum terjun di “perang” sesungguhnya.
“Saya tidak takut atau risih sama sekali,” sergahnya. “Pertandingan ini bukan langkah rekonsiliasi dengan fans Prancis. Kami ingin mengetahui kekuatan kami sendiri menghadapi salah satu tim terbaik di dunia sebelum berkompetisi di ajang sebenarnya. Kejadian itu yang pasti mengubah jalan hidupku.”
Seperti kita ketahui, Spanyol yang berangkat sebagai kampiun Eropa, dan difavoritkan juara di Afsel. Kemenangan atas Spanyol bisa menjadi modal yang sangat berharga dalam mendongkrak moral Les Bleus. Prancis tergabung di Grup A bersama tuan rumah Afsel, Meksiko dan Uruguay.(DIM/As)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
