Milan Dijauhi "Dewi Fortuna" di Olimpico
Pekan Ke-27 Serie A Dimas Ramadani07/03/2010 04:35 | Serie A Italia
Striker AC Milan, Marco Borriello (kanan) ketika berhadapan dengan AS Roma pada partai Serie A di Olympic Stadium, 6 Maret 2010. AFP PHOTO/Filippo MONTEFORTE
Liputan6.com, Roma: AC Milan tampil dominan dan lebih banyak dianugerahi peluang. Tapi Rossoneri tidak mampu membawa pulang tiga poin setelah hanya bermain imbang 0-0 menghadapi tuan rumah AS Roma di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu (6/3) atau Minggu dini hari WIB.
Partai di giornata ke-27 ini tak pelak menjadi perebutan tempat kedua guna memastikan tiket langsung ke Liga Champions dan menjaga peluang meraih Scudetto. Milan tanpa Gennaro Gattuso yang menjalani suspensi. Alexandre Pato, Clarence Seedorf dan Amantino Mancini tidak bermain lantaran cedera. Pelatih Milan Leonardo lebih memilih Klaas-Jan Huntelaar ketimbang David Beckham untuk menopang trisula lini depan.
Roma yang tertinggal tiga poin dari Milan tidak bisa diperkuat Francesco Totti yang masih diganggu cedera. Luca Toni kembali siap bermain, tapi harus menunggu lebih dulu dari bangku cadangan. Tapi pelatih Claudio Ranieri menyambut kembalinya Julio Sergio di bawah mistar gawang dan David Pizarro.
Tempo permainan tidak berjalan sedang-sedang saja. Roma yang belum terkalahkan di Serie A sejak 28 Oktober tahun lalu mengancam melalui tendangan Julio Baptista namun mampu ditepis Christian Abbiati. Marco Borriello beberapa kali gagal menuntaskan peluang, salah satunya di menit ke-29 ketika tendangannya melebar setelah disodori umpan Ronaldinho.
Pada menit ke-36, sundulan Nicolas Burdisso yang mencoba menghalau bola crossing dari sisi kiri pertahanan Roma nyaris menjebol gawangnya sendiri. Menjelang babak pertama usai Giallorossi lebih intens menyerang namun hingga jeda kedua pemain tetap tidak mampu membuka skor.
Tidak beberapa lama setelah paruh kedua dimulai Milan mendominasi jalannya permainan. Pada menit ke-55 Julio Sergio menepis tendangan yang dilepaskan Borriello. Dari tendangan penjuru yang diperoleh Milan, sundulan Massimo Ambrosini melambung di atas target. Roma menurunkan Luca Toni yang menggantikan Baptista.
Milan mendapat peluang yang sangat menjanjikan untuk membuka skor pada menit ke-70 ketika Huntelaar. Tapi upaya striker Timnas Belanda itu lewat sepakan chip-nya mampu diantisipasi Julio Sergio. Beckham masuk menggantikan Mathieu Flamini. Kesempatan baik Roma gagal dituntaskan Mirko Vucinic saat sundulannya yang menyambut crossing John Arne Riise melebar.
Borriello yang berkali-kali gagal menuntaskan peluang ditarik untuk digantikan Filippo Inzaghi. Menjelang pertandingan usai kedua kesebelasan saling mengumbar serangan, namun hingga peluit akhir dibunyikan skor 0-0 tetap tidak juga berubah. Hasil seri ini jelas menguntungkan Inter Milan. Kemenangan dari Catania besok akan membawa Inter unggul enam poin di puncak klasemen. Milan yang menghuni tempat kedua dengan 55 poin tetap menjaga selisih tiga poin dari Roma.
Susunan pemain:
Roma: Julio Sergio; Cassetti, Burdisso (kk), Juan, Riise; De Rossi, Pizarro (kk), Taddei (kk), Perrotta, Baptista (Toni 58); Vucinic.
Milan: Abbiati; Bonera (kk), Nesta, Thiago Silva, Antonini (Abate 71); Flamini (kk) (Beckham 71), Pirlo (kk), Ambrosini; Huntelaar, Borriello (Inzaghi 78), Ronaldinho.
Wasit: Paolo Tagliavento.
(DIM)
Partai di giornata ke-27 ini tak pelak menjadi perebutan tempat kedua guna memastikan tiket langsung ke Liga Champions dan menjaga peluang meraih Scudetto. Milan tanpa Gennaro Gattuso yang menjalani suspensi. Alexandre Pato, Clarence Seedorf dan Amantino Mancini tidak bermain lantaran cedera. Pelatih Milan Leonardo lebih memilih Klaas-Jan Huntelaar ketimbang David Beckham untuk menopang trisula lini depan.
Roma yang tertinggal tiga poin dari Milan tidak bisa diperkuat Francesco Totti yang masih diganggu cedera. Luca Toni kembali siap bermain, tapi harus menunggu lebih dulu dari bangku cadangan. Tapi pelatih Claudio Ranieri menyambut kembalinya Julio Sergio di bawah mistar gawang dan David Pizarro.
Tempo permainan tidak berjalan sedang-sedang saja. Roma yang belum terkalahkan di Serie A sejak 28 Oktober tahun lalu mengancam melalui tendangan Julio Baptista namun mampu ditepis Christian Abbiati. Marco Borriello beberapa kali gagal menuntaskan peluang, salah satunya di menit ke-29 ketika tendangannya melebar setelah disodori umpan Ronaldinho.
Pada menit ke-36, sundulan Nicolas Burdisso yang mencoba menghalau bola crossing dari sisi kiri pertahanan Roma nyaris menjebol gawangnya sendiri. Menjelang babak pertama usai Giallorossi lebih intens menyerang namun hingga jeda kedua pemain tetap tidak mampu membuka skor.
Tidak beberapa lama setelah paruh kedua dimulai Milan mendominasi jalannya permainan. Pada menit ke-55 Julio Sergio menepis tendangan yang dilepaskan Borriello. Dari tendangan penjuru yang diperoleh Milan, sundulan Massimo Ambrosini melambung di atas target. Roma menurunkan Luca Toni yang menggantikan Baptista.
Milan mendapat peluang yang sangat menjanjikan untuk membuka skor pada menit ke-70 ketika Huntelaar. Tapi upaya striker Timnas Belanda itu lewat sepakan chip-nya mampu diantisipasi Julio Sergio. Beckham masuk menggantikan Mathieu Flamini. Kesempatan baik Roma gagal dituntaskan Mirko Vucinic saat sundulannya yang menyambut crossing John Arne Riise melebar.
Borriello yang berkali-kali gagal menuntaskan peluang ditarik untuk digantikan Filippo Inzaghi. Menjelang pertandingan usai kedua kesebelasan saling mengumbar serangan, namun hingga peluit akhir dibunyikan skor 0-0 tetap tidak juga berubah. Hasil seri ini jelas menguntungkan Inter Milan. Kemenangan dari Catania besok akan membawa Inter unggul enam poin di puncak klasemen. Milan yang menghuni tempat kedua dengan 55 poin tetap menjaga selisih tiga poin dari Roma.
Susunan pemain:
Roma: Julio Sergio; Cassetti, Burdisso (kk), Juan, Riise; De Rossi, Pizarro (kk), Taddei (kk), Perrotta, Baptista (Toni 58); Vucinic.
Milan: Abbiati; Bonera (kk), Nesta, Thiago Silva, Antonini (Abate 71); Flamini (kk) (Beckham 71), Pirlo (kk), Ambrosini; Huntelaar, Borriello (Inzaghi 78), Ronaldinho.
Wasit: Paolo Tagliavento.
(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

