Lotito Dituding Beri Komisi
Lazio ME Gunawan09/03/2010 18:40 | Lazio
Artikel Terkait
Liputan6.com, Roma: Presiden Lazio Claudio Lotito dituding telah melanggar aturan transfer dengan memberikan sejumlah imbalan atau komisi kepada dua perusahaan asing (di luar Italia) terkait deal transfer duet striker Biancocelesti—julukan Lazio—yang sama-sama berkebangsaan Argentina, Mauro Zarate dan Julio Ricardo Cruz, di bursa transfer musim panas 2009.
Setelah semusim berstatus pemain pinjaman, Lazio memermanenkan Zarate yang diboyong dari klub Qatar, Al-Sadd, dengan fee transfer yang ditaksir mencapai 20 juta euro pada 22 Agustus 2009. Sementara, Cruz yang berstatus gratis alias free transfer diboyong Lazio dari Inter Milan pada 31 Juli 2009.
Nah, dalam kasus Zarate, Lotito dituding telah memberikan fee sebesar 14,95 juta euro atau sekitar Rp 187 miliar kepada Pluriel Ltd, perusahaan asing yang berbasis di Kota London, Inggris. Temuan itu kini tengah diselidiki Covisoc (Commissione di Vigilanza sulle Societa Calcistiche)—badan di bawah naungan Federasi Sepakbola Italia (FIGC) yang memonitor bujet dan finansial klub—dan Jaksa Federal Stefano Palazzi.
Pun demikian pula halnya dengan deal Cruz. Guna memuluskan proses transfer penyerang gaek berusia 35 tahun itu Lotito dituduh telah mengeluarkan dana sekitar 2,15 juta euro (sekitar Rp 27 miliar) kepada satu perusahaan yang berbasis di Denmark.
Covisoc dan Palazzi menengarai jika Lazio dan Lotito telah melanggar aturan transfer terkait besaran dana yang dikeluarkan selama proses negosiasi berlangsung. Selain itu, Biancocelesti juga diklaim tidak memedulikan aturan dalam proses transfer seperti yang tercantum dalam Artikel 2 dan 3 FIFA yang sejatinya mengikutsertakan agen resmi pemain. Dengan melibatkan kedua perusahaan tersebut, Lotito pun dituding melanggar aturan dalam Artikel 10 yang tidak mengizinkan pihak ketiga dalam proses transfer.
Boleh jadi, Lazio sendiri tidak akan menerima skorsing berat berupa penalti atau pemotongan poin andaikata tudingan itu terbukti. Paling banter Biancocelesti dikenai sanksi administratif berupa denda. Sementara, Lotito sendiri dapat dijatuhi hukuman larangan menghadiri pertandingan.(MEG/Il Corriere Dello Sport/Goal)
Setelah semusim berstatus pemain pinjaman, Lazio memermanenkan Zarate yang diboyong dari klub Qatar, Al-Sadd, dengan fee transfer yang ditaksir mencapai 20 juta euro pada 22 Agustus 2009. Sementara, Cruz yang berstatus gratis alias free transfer diboyong Lazio dari Inter Milan pada 31 Juli 2009.
Nah, dalam kasus Zarate, Lotito dituding telah memberikan fee sebesar 14,95 juta euro atau sekitar Rp 187 miliar kepada Pluriel Ltd, perusahaan asing yang berbasis di Kota London, Inggris. Temuan itu kini tengah diselidiki Covisoc (Commissione di Vigilanza sulle Societa Calcistiche)—badan di bawah naungan Federasi Sepakbola Italia (FIGC) yang memonitor bujet dan finansial klub—dan Jaksa Federal Stefano Palazzi.
Pun demikian pula halnya dengan deal Cruz. Guna memuluskan proses transfer penyerang gaek berusia 35 tahun itu Lotito dituduh telah mengeluarkan dana sekitar 2,15 juta euro (sekitar Rp 27 miliar) kepada satu perusahaan yang berbasis di Denmark.
Covisoc dan Palazzi menengarai jika Lazio dan Lotito telah melanggar aturan transfer terkait besaran dana yang dikeluarkan selama proses negosiasi berlangsung. Selain itu, Biancocelesti juga diklaim tidak memedulikan aturan dalam proses transfer seperti yang tercantum dalam Artikel 2 dan 3 FIFA yang sejatinya mengikutsertakan agen resmi pemain. Dengan melibatkan kedua perusahaan tersebut, Lotito pun dituding melanggar aturan dalam Artikel 10 yang tidak mengizinkan pihak ketiga dalam proses transfer.
Boleh jadi, Lazio sendiri tidak akan menerima skorsing berat berupa penalti atau pemotongan poin andaikata tudingan itu terbukti. Paling banter Biancocelesti dikenai sanksi administratif berupa denda. Sementara, Lotito sendiri dapat dijatuhi hukuman larangan menghadiri pertandingan.(MEG/Il Corriere Dello Sport/Goal)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
