Leonardo: Sulit Dibayangkan
AC Milan Cheviano E. Alputila11/03/2010 07:24 | AC Milan
Pelatih AC Milan, Leonardo Araujo memberi instruksi buat anak asuhnya dalam laga persahabatan Eusebio Cup, menghadapi Benfica di Estadio Da Luz, Lisbon, 8 Agustus 2009. AFP PHOTO/FRANCISCO LEONG
Leonardo (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Manchester: Setelah beberapa hari lalu yakin timnya akan membalikan keadaan, bos AC Milan, Leonardo bingung. Tidak terbayangkan olehnya kekalahan yang begitu telak dari Manchester United. Rossoneri dibantai empat gol tanpa sanggup membalas pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Old Trafford, Rabu (10/3) atau Kamis dini hari WIB.
Pelatih asal Brasil tersebut tak ingin berspekulasi perihal sebab kekalahan. “Sekarang bukan saat yang tepat untuk menganalisis kekalahan. Ada banyak alasan mengapa kami kalah seperti ini manakala Manchester United dalam performa yang sempurna,” ujar Leonardo.
Meski demikian Leonardo tidak memungkiri terdapat sebab mengapa tim besutannya kalah telak. Ia menduga salah satu kerikil yang menghadang adalah cederanya beberapa pemain kunci seperti Alexandre Pato, Alessandro Nesta dan Gennaro Gattuso.
“Kami membutuhkan pemain terbaik untuk mengejar defisit gol. Sayangnya tidak semua yang saya inginkan dapat diwujudkan. Kami membayangkan akan menguasai pertandingan namun cedera pemain memberi andil atas kekalahan tersebut,” timpalnya.
Meskipun kalah, Leonardo membesarkan hati pasukannya karena telah memberikan yang terbaik seraya mengingatkan bahwa dalam turnamen besar seperti Liga Champions kesalahan kecil akan berakibat fatal. “Milan sudah menampilkan permainan terbaik, tapi hanya dengan satu hasil buruk semua perjuangan jadi sia-sia,” ujar Leonardo.(ANO/Goal)
Pelatih asal Brasil tersebut tak ingin berspekulasi perihal sebab kekalahan. “Sekarang bukan saat yang tepat untuk menganalisis kekalahan. Ada banyak alasan mengapa kami kalah seperti ini manakala Manchester United dalam performa yang sempurna,” ujar Leonardo.
Meski demikian Leonardo tidak memungkiri terdapat sebab mengapa tim besutannya kalah telak. Ia menduga salah satu kerikil yang menghadang adalah cederanya beberapa pemain kunci seperti Alexandre Pato, Alessandro Nesta dan Gennaro Gattuso.
“Kami membutuhkan pemain terbaik untuk mengejar defisit gol. Sayangnya tidak semua yang saya inginkan dapat diwujudkan. Kami membayangkan akan menguasai pertandingan namun cedera pemain memberi andil atas kekalahan tersebut,” timpalnya.
Meskipun kalah, Leonardo membesarkan hati pasukannya karena telah memberikan yang terbaik seraya mengingatkan bahwa dalam turnamen besar seperti Liga Champions kesalahan kecil akan berakibat fatal. “Milan sudah menampilkan permainan terbaik, tapi hanya dengan satu hasil buruk semua perjuangan jadi sia-sia,” ujar Leonardo.(ANO/Goal)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
